Polri Kerahkan 141.600 Personel Amankan Malam Tahun Baru 2025 di Seluruh Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan sebanyak 141.600 personel untuk mengamankan malam Tahun Baru 2025 di seluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan bagian dari Operasi Lilin 2024 untuk mengamankan natal dan tahun baru (nataru).
“Polri telah menggelar 141.600 personel di beberapa titik strategis dengan total 2.794 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Baca Juga
Polri Mulai Sidang Etik Anggota Terlibat Pemerasan terhadap WN Malaysia dalam DWP
Hal ini, lanjut dia, menunjukkan komitmen Polri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat guna mengamankan kegiatan sesuai amanat undang-undang, yakni memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sekadar informasi, Operasi Lilin 2024 merupakan bagian dari rangkaian kalender keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), yang meliputi pengamanan libur natal, malam pergantian tahun, serta aktivitas masyarakat di tempat ibadah, pusat keramaian, dan destinasi wisata.
Menurut Trunoyudo, Polri memfokuskan pengamanan pada beberapa titik utama, seperti jalur transportasi, tempat ibadah umat kristen yang merayakan natal, serta lokasi wisata yang diperkirakan menjadi tujuan utama masyarakat selama liburan.
“Korlantas dengan beberapa dan polda seluruhnya dan polres telah menggelar pospam, jadi semua perjalanan baik itu berangkat untuk berlibur sampai nanti kembali sudah disiapkan,” katanya.
Baca Juga
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 3,17 Juta di H-1 Tahun Baru 2025
Di lain sisi, ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan selama periode ini.
“Kita menekankan pola operasi preemtif dan preventif. Preemtif bagaimana mengedukasi, mensosialisasikan, menginformasikan kepada masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan,” ucap dia.
“Preventif adalah pencegahan di mana kehadiran Polri sangat diperlukan menjaga titik-titik kerawanan tadi atau kegiatan masyarakat yang berpotensi gangguan keamanan,” sambung Trunoyudo.

