Pelindo Siapkan Antisipasi Cuaca Buruk Libur Nataru pada 20-29 Desember 2024
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Pengelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Putut Sri Muljanto telah mengantisipasi dampak cuaca buruk yang terjadi pada Desember 2024-Januari 2025. Putut mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memiliki peralatan canggih untuk mengantisipasi cuaca buruk tersebut.
“BMKG sudah canggih informasi kepada seluruh stakeholder pelabuhan, sudah di-update terus untuk mendapatkan informasi itu,” kata Putut, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Putut mengatakan BMKG telah memberikan peringatan agar mewaspadai cuaca ekstrem pada 20-29 Desember 2024, khususnya di daerah Lampung, Jawa Barat, Jakarta, dan Banten.
“Ini akan jadi PR kita bersama ketika di (Pelabuhan) Merak karena sudah ada peringatan,” ujar dia.
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni Tri Andayani mengatakan pihaknya telah mengantisipasi pergerakan cuaca ekstrem dengan menyiapkan ruangan operasional yang aktif selama 24 jam. Andayani mengatakan terdapat layar host to host yang terhubung dengan alarm jika terjadi ombak dengan ketinggian di atas satu meter.
Baca Juga
Pelindo Prediksi Arus Penumpang Libur Nataru Meningkat 12,5%
“Ketika ada ombak di atas 3,5 meter, kapal yang ada di layar itu bunyi alarmnya. Terus memperingatkan. Walaupun juga di atas kapal sudah ada automatic weather system (AWS) sehingga yang dari ruang operasional untuk me-reminder,” kata dia.
Andayani mengatakan kondisi cuaca ekstrem telah dirasakan sejak semalam. Dia menyampaikan KM Tidar yang seharusnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 23.00 WIB mengalami keterlambatan 2-3 jam karena kecepatan angin 25 knot.
“Kapal yang semestinya jalan dengan kisaran 18-20 knot karena angin dari arah barat ke timur, jadi kapal-kapal mengalami keterlambatan itu dari arah timur menuju barat karena melawan cuaca ekstrem tersebut,” ujar dia.
Melihat kondisi itu, Andayani mengatakan kesiapan armada sudah dilakukan. Salah satunya, memberikan kepastian dari sisi teknis dan navigasi.
Baca Juga
Erick Thohir Optimistis Merger Pelni dan ASDP dengan Pelindo Tekan Biaya Logistik
“Pengecekan juga sudah dilakukan Kementerian Perhubungan untuk seluruh kapal kami, mulai dari aspek teknis, keselamatan, dan kapal navigasi telah clear,” kata dia.
Andayani menyebut workshop keselamatan untuk anak buah kapal (ABK) juga telah dilakukan. Ini dilakukan agar para ABK cekatan menghadapi luar biasa yang mungkin terjadi.
Untuk kesiapan bahan bakar, Andayani mengatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga. Dia menyebut terdapat 21.000 liter bahan bakar yang disiapkan di delapan titik pengisian bahan bakar yang terbentang di barat dan timur Indonesia.
“Penyesuaian rute dan jadwal juga kami lakukan, untuk penambahan rute atau deviasi kapal, untuk penambahan frekuensi dan perbantuan kapal,” ucap dia.

