Awan Gelap, Jakarta Dilanda Hujan Lebat
JAKARTA, investortrust.id - Sebagian wilayah Jakarta dilanda hujan lebat, Senin (2/12/2024). Di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, hujan diiringi dengan awan gelap dan angin kencang yang mulai terjadi sekitar pukul 13.45 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam cuitannya di Twitter atau X menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang kemungkinan terjadi di sejumlah kawasan di Jakarta Selatan (Jaksel), seperti Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, dan Pesanggrahan. Selain itu, hujan deras juga kemungkinan terjadi di sejumlah kecamatan di Jakarta Timur, seperti Kramatjati, Pasar Rebo, dan Ciracas.
BMKG memprediksi hujan sedang hingga deras dapat meluas ke Kepulauan Seribu, sejumlah kawasan di Jakarta Pusat seperti Gambir, Sawah Besar, Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah abang, dan Johar Baru. Hujan juga kemungkinan meluas hingga ke sejumlah kawasan di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan daerah lainnya.
Baca Juga
Warga Jakarta Diminta Waspada, Banjir Masih Dapat Terjadi hingga 6 Desember 2024
Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kapusdatin BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan memperkirakan banjir masih akan terjadi di titik-titik rawan hingga 6 Desember 2024 mendatang. Hal ini mengingat debit air yang masih tinggi.
“Karena memang debit airnya sangat tinggi. Kita juga sudah prediksi beberapa hari ini kan sudah terjadi banjir rob (banjir akibat kenaikan muka air laut) ya. Kita sudah prediksikan sampai tanggal 6 Desember ini akan ada kemungkinan rob ya," kata Yohan dikutip dari Antara, Senin (2/12/2024).
Meski demikian, Yohan mengatakan waktu tersebut bukan puncak dari musim hujan. Pihak BPBD pun sudah berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk penanggulangan (mitigasi) banjir di Jakarta.
"Alhamdulillah kita punya data-data dari BMKG, kemudian juga dari Dinas SDA. Ini terkolaborasi dengan baik dan kami gampang mengaksesnya,” jelas Yohan.
Selain data, Yohan juga mengatakan BPBD DKI Jakarta telah diberikan akses CCTV untuk memantau banjir di Jakarta.
“Mereka juga memberi akses 91 CCTV ke kita. Jadi di BPBD ini kita terhubung dengan 1101 CCTV yang dihost oleh diskominfotik ya. Salah satunya itu dari Dinas SDA ada 91 titik. Kemudian kita juga terhubung sama beberapa CCTV Dinas Perhubungan, Dinas Satpol PP juga terhubung. Dinas Bina Marga dan beberapa unit lain seperti Polda juga ada beberapa CCTV yang bisa kita pantau di ruangan kita. Jadi semuanya terpantau Insyaallah,” jelas Yohan.
Baca Juga
Gibran Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Kampung Melayu dan Cawang
Tak hanya berkolaborasi dengan OPD terkait, BPBD DKI Jakarta juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat mendapat informasi di media sosial dan melakukan persiapan misalnya dengan menghindari daerah-daerah yang rawan banjir.
“Pastinya bencana itu enggak bisa kita selesaikan sendiri,” kata Yohan.

