Polda Papua: Pendukung Paslon di Puncak Jaya Bawa Kabur Kotak Suara
JAKARTA, investortrust.id - Polda Papua mengungkapkan adanya kasus pendukung salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah yang membawa kabur kotak suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Puncak Jaya 2024.
"Ada laporan terkait pendukung salah satu pasangan calon kepala daerah yang membawa kabur kotak suara," Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo dikutip dari Antara, Kamis (28/11/2024).
Baca Juga
Bawaslu Masih Dalami Pemicu Kericuhan di Pilkada Puncak Jaya
Ignatius mengatakan Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang melaksanakan pemilu menggunakan sistem noken. Pendukung paslon tersebut membawa kabur kotak suara milik lima kampung dan dua kelurahan.
"Logistik pilkada yang dibawa kabur itu milik lima kampung dan dua kelurahan di Distrik Mulia," ujarnya.
Kejadian logistik pilkada yang dibawa kabur itu, antara lain di Kampung Birak Ambut, Wuyukwi, Pepera, Towogi, dan Kampung Wuyuneri, serta dua kelurahan, yakni Kelurahan Pagaleme dan Wuyukwi.
Dikatakan, para pendukung yang membawa kabur kotak suara itu juga mengancam anggota KPU setempat karena saat melakukan aksinya para pendukung membawa alat perang tradisional.
"Para pendukung sempat mengancam dengan membawa alat perang tradisional seperti panah dan lainnya, sehingga komisioner KPU Puncak Jaya ketakutan dan mereka langsung membawa kabur kotak tersebut," kata Kombes Benny.
Pilkada Puncak Jaya 2024 diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni pasangan Yuni Wonda–Mus Kogoya dan pasangan Miren Kogoya–Mendi Wonorengga. Sempat terjadi kericuhan atau pertikaian antara pendukung paslon.
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengatakan tidak ada korban meninggal dalam pertikaian antarpendukung tersebut. Namun, sebanyak 40 rumah dibakar dan 94 orang terluka. Selain itu, terdapat tiga orang yang harus dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan intensif.
"Tidak ada yang meninggal, namun dari laporan yang diterima terungkap tiga orang dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat penanganan medis lebih baik," katanya.
Baca Juga
Begini Aturan dan Jadwal jika Pilkada Jakarta 2024 Digelar 2 Putaran
Dari laporan yang diterimanya, Patrige Renwarin mengatakan, pertikaian antarpendukung paslon di Puncak Jaya sudah terjadi sejak pengambilan nomor urut yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Puncak Jaya. Kapolda mengatakan, saat ini sedang dilakukan komunikasi dengan kedua calon kepala daerah bersama KPU dan Bawaslu agar aksi saling serang tidak makin meluas.

