Acep Adang dan Gita KDI Usung Jabar Bahagia Lahir Batin, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat (Jabar) nomor urut 1, Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina atau Gita KDI mengusung visi Jawa Barat bahagia lahir dan batin. Acep Adang menyebut visi tersebut mengutamakan keseimbangan antara kesejahteraan fisik dan spiritual.
"Visi Jawa Barat bahagia lahir dan batin merujuk pada falsafah Sunda, yaitu cageur, bageur, pinter, dan singer dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter," kata Acep Adang dalam debat perdana Pilkada Jabar 2024 yang dikutip dari Youtube KPU Jawa Barat, Senin (11/11/2024).
Baca Juga
Dharma Sebut Jabar Jadi Termiskin Pascapandemi, Ridwan Kamil: Silakan Dibaca Lagi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Acep Adang membeberkan misi yang akan dijalankan dirinya bersama Gita KDI. Beberapa di antaranya, membahagiakan seluruh masyarakat Jawa Barat tanpa terkecuali. Menurutnya, bahagia itu adalah hidup dalam nilai Pancasila yang membawa ketakwaan dan akhlak mulia. Misi lainnya, masyarakat yang berdaya, berbudaya, aman dan sejahtera. Misi lainnya, lingkungan hidup yang lestari bagi generasi masa depan. Kemudian, ekonomi yang adil dan produktif bagi semua lapisan masyarakat.
"Pemerintahan yang bersih inovatif, dan melayani masyarakat. Harmoni dalam kebijakan, harmoni dalam keberlanjutan, dan harmoni dalam keadilan untuk semua," katanya.
Gita menambahkan, dirinya dan Acep Adang akan menghadirkan trilogi pembangunan Jawa Barat bahagia dengan merupakan strategi khusus. Salah satunya, membangunan layanan sosial dasar.
Baca Juga
PKS Santai Elektabilitas Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie Masih Tertinggal di Jabar
Diketahui, KPU Jabar menggelar debat perdana Pigub Jabar 2024 di Bandung, Senin (11/11/2024). Tema debat perdana ini adalah membangun Jawa Barat menuju masyarakat digital yang sejahtera dan berdaya saing global. Terdapat enam sub tema dalam debat kali ini, yaitu kesehatan dan penurunan stunting, mentalitas dan karakter generasi muda, kemiskinan dan pengangguran, pengembangan digital talent, reformasi birokrasi yang berkelanjutan, isu perempuan, dan pendidikan inklusif dan berkualitas.

