Prabowo-Jokowi Bertemu, Kepala Kantor Komunikasi Istana: Pertemuan Dua “Bestie”
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Kantor Komunikasi Istana Kepresidenan, Hasan Nasbi bercerita mengenai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu malam (3/11/2024). Pertemuan tersebut merupakan bentuk pertemuan dua sahabat alias bestie.
Pertemuan itu berlangsung setelah Prabowo menggelar kunjungan ke Papua Selatan. Sebelum tiba ke Jakarta, Prabowo singgah di Bali dan Surakarta (Solo).
“Khusus untuk di Solo ini adalah pertemuan dua sahabat saja ya, pertemuan dua bestie-lah, kita bisa bilang seperti itu. Memang Pak Prabowo datang sebagai teman, tidak menggunakan embel-embel mobil kenegaraan. Datang sebagai sahabat, ingin mengunjungi sahabatnya,” kata Hasan dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2024).
Baca Juga
Prabowo Sambangi Jokowi di Solo, Makan Malam Berdua di Angkringan
Hasan mengungkapkan, dalam beberapa video di media sosial, Jokowi cukup terkejut atas kedatangan Prabowo. “Cuman kan memang yang bestian ini adalah dua orang Presiden, yaitu Presiden ke-8 dan Presiden ke-7,” tutur dia.
Inilah, menurut Hasan, yang menjadi sebab mengapa pertemuan tersebut menarik perhatian masyarakat. Namun, tidak ada agenda khusus yang terjadi di antara keduanya. “Tidak ada agenda yang berat-berat dari pertemuan di antara kedua sahabat ini,” ujar dia.
Hasan Nasbi juga menjelaskan perintah Prabowo yang akan memanggil seluruh kepala daerah ke Istana Kepresidenan. Perintah itu betul terjadi karena banyak kepala daerah yang ingin mendengarkan arahan langsung Prabowo mengenai kebijakan lima tahun mendatang.
“Maka Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan rapat koordinasi pusat dan daerah. Kegiatan ini biasa dilakukan di awal tahun pemerintahan. Sekarang mau diadakan di awal tahun pemerintahan Presiden Prabowo,” papar dia.
Atas dasar itulah, kata Hasan, Kemendagri mengumpulkan para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota ke Jakarta. Selain mendengar arahan kebijakan lima tahun mendatang, para kepala daerah berharap mendapat masukan mengenai program prioritas dan hasil terbaik cepat atau quick wins.
“Setelah arahan dari Presiden Prabowo Subianto nanti, para anggota Forkopimda juga akan mendengarkan paparan yang lebih detail dari para menteri koordinator, kemudian menteri-menteri teknis,” ujar dia.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Kawal Jokowi hingga Solo
Dia menambahkan, para kepala daerah dengan menteri-menteri teknis akan berbicara tentang ketahanan pangan, ketahanan energi, program perumahan, program hilirisasi, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program-program ini akan berhubungan langsung dengan arah kebijakan dan pembangunan pemerintahan di daerah.
“Oleh sebab itu, anggota Forkopimda dari daerah-daerah juga akan mendengarkan secara langsung dari kementerian-kementerian terkait,” kata dia.

