Survei SMRC: Andika-Hendi Unggul Tipis dari Luthfi-Yasin di Pilkada Jateng 2024
JAKARTA, investortrust.id - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Tengah (Jateng) Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi unggul dari rivalnya, Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Berdasarkan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Andika-Hendi meraih elektabilitas 48,1% atau unggul 0,6% dari Luthfi-Taj Yasin yang meraih 47,5%.
"Pasangan Andika Perkasa–Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) mendapatkan suara 48,1% dan Ahmad Luthfi–Taj Yasin (Luthfi-Yasin) 47,5% jika pemilihan gubernur Jawa Tengah dilakukan sekarang," kata Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvanisaat memaparkan hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga
Survei Poltracking soal Pilkada Jateng 2024: Ahmad Luthfi-Taj Yasin 52,2%, Andika-Hendhi 31,4%
Deni mengatakan, dengan hasil survei ini, SMRC belum dapat menyimpulkan cagub-cawagub yang bakal meraih kemenangan di Pilkada Jateng 2024. Hal ini lantaran masih ada 4,4% responden yang belum menentukan pilihan atau tidak mengemukakan pilihannya. Selain itu, selisih kedua pasangan masih berada dalam margin of error survei, yakni +- 2,9%.
Meski demikian, Deni mengatakan, elektabilitas Andika-Hendi melonjak tajam dalam sebulann terakhir. Dalam survei pada September 2024, elektabilitas cagub-cawagub yang diusung PDIP itu baru 36,6%. Sebaliknya, dukungan suara pada pasangan Luthfi-Yasin menurun dari 57,9% menjadi 47,5% pada periode yang sama.
“Dalam sebulan terakhir, Andika-Hendi mengalami kenaikan suara secara signifikan sebesar 11,5% dan Luthfi-Yasin turun 10,4%,” ungkap Deni.
Deni mengungkapkan dalam sebulan terakhir, awareness atau kedikenalan Andika mengalami penguatan dari 60% pada September 2024 menjadi 67% di Oktober 2024. Sementara kedikenalan Luthfi tidak berubah signifikan, dari 69% menjadi 67% di periode tersebut. Selain itu, Andika juga mengalami penguatan tingkat kedisukaan atau likeability dari 87% menjadi 92%. Sementara likeability Luthfi relatif stabil di angka 86% dan 85% di dua survei terakhir tersebut.
SMRC juga memotret persepsi warga Jateng mengenai kualitas personal calon. Sebanyak 82% responden menilai Andika perhatian pada rakyat, sementara Luthfi mendapatkan persepsi tersebut sebanyak 78%. Kemudian, sebanyak 78% warga menganggap Andika jujur, bisa dipercaya, dan bersih dari korupsi, sementara Luthfi 73%. Pada aspek tegas dan berwibawa, Andika 96% dan Luthfi 86%. Untuk kemampuan memimpin, Andika 88% dan Luthfi 84%. Ada 95% warga yang menganggap Andika enak dipandang atau ganteng, sementara Luthfi 87%. Untuk ketaatan pada agama, kedua pasangan mendapatkan angka yang sama masing-masing 78%. Ada 95% yang menganggap Andika pintar dan berwawasan luas, sementara Luthfi 90%.
“Andika unggul atas Lufti di hampir semua persepsi publik mengenai kualitas personal calon,” jelas Deni.
Selanjutnya, Deni mengemukakan dukungan kepada calon juga berhubungan dengan sosialisasi di media sosial atau internet. Survei SMRC menunjukkan kampanye di media sosial dan internet dianggap paling efektif untuk memengaruhi sikap politik mereka. Survei ini menemukan ada 29,9% warga yang melihat nama pasangan Andika-Hendi di media sosial dan internet, sementara pasangan Lutfi-Yasin 27,2%.
“Andika Perkasa-Hendrar Prihadi unggul pada kelompok pemilih yang terekspos oleh pasangan tersebut di medsos atau internet. Begitu pun Ahmad Luthfi-Taj Yasin, unggul pada pemilih yang pernah melihat pasangan itu di internet atau medsos. Sementara itu, elektabilitas kedua pasangan calon tampak seimbang di kelompok pemilih yang tidak pernah melihat keduanya di internet atau medsos,” tegasnya.
Baca Juga
Survei Poltracking: Ridwan Kamil-Suswono 51,6%, Pramono Anung-Rano karno 36,4%
Survei ini digelar SMRC pada periode 17-22 Oktober 2024 dengan 1.210 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan atau margin of error survei diperkirakan ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih atau spot check. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

