Prabowo: Jangan Bangga Jadi Anggota G-20, kalau Masih Banyak Rakyat Miskin
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia tidak perlu bangga menjadi anggota G-20, jika masih bayak rakyat yang miskin dan lapar. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna perdana di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Mulanya, Prabowo mengingatkan jajaran Kabinet Merah Putih agar jangan sampai melupakan UUD 1945. Ditekankan, Pembukaan UUD 1945 memuat tujuan nasional yang harus menjadi prioritas seluruh elemen bangsa.
Baca Juga
Tumbuh 14,5%, Penyaluran Kredit BCA Capai Rp 877 Triliun di Kuartal III 2024
Tujuan nasional pertama yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Untuk itu, katanya, tujuan nasional yang pertama adalah untuk bertahan. Prabowo menekankan, untuk menjaga keutuhan dan kelangsungan hidup NKRI kekayaan bangsa harus dijaga dan dikelola dengan andal, cerdik, pandai. Dengan demikian, kekayaan bangsa dapat dipergunakan untuk melayani dan memenuhi kebutuhan rakyat serta memenuhi keperluan suatu negara modern yang di antarnya adalah kedaulatan bangsa.
Selanjutnya, kata Prabowo, tujuan nasional kedua adalah memajukan kesejahteraan umum. Prabowo menyatakan sudah berulang kali menekankan, negara yang merdeka adalah negara yang rakyatnya turut merasakan kemerdekaan.
"Janganlah kita bangga menjadi anggota G-20, kalau rakyat kita masih banyak yang miskin, masih banyak yang lapar," katanya.
Tujuan nasional ketiga yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Prabowo menekankan, poin ketiga tujuan nasional ini merupakan hal yang mutlak. Pendidikan harus menjadi prioritas yang tertinggi.
"Saya kira ini terlihat komitmen kita terhadap pendidikan. Kalau tidak salah, alokasi kita dalam anggaran 2025 untuk pendidikan, salah satu tertinggi loh. Mungkin selama sejarah kita," tegasnya.
Baca Juga
Sidang Kabinet Perdana, Prabowo Ingatkan para Menteri Tidak Lupakan UUD 1945
Sementara tujuan nasional keempat adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Prabowo mengatakan, Indonesia hadir dalam pergolakan ataupun interaksi dunia. Dikatakan, Indonesia harus membela kemerdekaan bangsa lain.
"Dan karena itu, mau tidak mau, Indonesia harus kuat," tegasnya.

