Dyah Roro Esti, Lulusan Harvard University yang Dilantik sebagai Wamendag di Usia 31 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Dyah Roro Esti Widya Putri, politikus Partai Golkar ini telah resmi dilantik sebagai wakil menteri perdagangan (wamendag) Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dyah Roro menggantikan Jerry Sambuaga, yang juga berasal dari Partai Golkar. Dia menjadi salah satu dari 56 wakil menteri (wamen) yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (21/10/2024) di Istana Merdeka, Jakarta.
Politikus muda kelahiran Jakarta, 25 Mei 1993 ini tercatat mengenyam pendidikan di sejumlah sekolah atau lembaga bertaraf internasional. Dia bersekolah di Marshall Road Elementarym Dwight School London hingga Jakarta International School. Lalu melanjutkan studi dengan mengambil jurusan Ekonomi dan Sosiologi dari University of Manchester, hingga meraih gelar sarjana pada tahun 2013.
Tidak cukup sampai di situ, kemudian dia melanjutkan pendidikan pascasarjana dengan meraih gelar magister (MSc) jurusan teknologi lingkungan dari Imperial College London pada tahun 2016. Melengkapi pengetahuannya di bidang akademik, dia juga mengikuti program pengembangan profesional di Harvard University dan McGill University.
Baca Juga
Calon Wamen Prabowo Ungkap Arahan Presiden Terpilih di Hambalang Retreat
Dyah Roro mengawali karir profesional di tahun 2016 dengan menjabat sebagai direktur eksekutif Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) hingga 2018, sebuah non-government organization (NGO) yang mana dia menjadi pendiri bersama sang adik Satya Hangga Yudha. Adapun IE2I memiliki fokus terhadap peningkatan kesadaran publik mengenai dampak perubahan iklim dan pemanasan global.
Alumnus University of Manchester ini kemudian mengambil peruntungan terjun ke panggung politik dengan maju sebagai calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pemilihan umum (pemilu) tahun 2019 lalu. Dia mencalonkan diri dengan maju dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur X (Kabupaten Gresik dan Lamongan).
Baca Juga
Ceritanya berlanjut lantaran berhasil terpilih sebagai anggota DPR periode 2019-2024. Di parlemen, Dyah Roro membidangi komisi VII yang menangani urusan energi, riset, teknologi dan industri. Selama bekerja sebagai legislator, dia berperan menjadi ketua Kelompok Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Peru, yang mendorong adanya Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Lalu di tahun 2022, Dyah Roro diberikan mandat sebagai wakil ketua Dewan Pengawas Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Sebagai ketua Dewan Pengawas METI, dia aktif memperjuangan isu-isu lingkungan dalam sejumlah forum nasional dan internasional. Pun Dyah Roro tengah menjabat sebagai anggota Board of the World Bank Young MPs Steering Committee sejak tahun 2022 lalu.
Terbaru, di tahun 2024 ini dia diundang sebagai pembicara dalam pertemuan IMF-World Bank di Washington, D.C. Dalam forum tersebut dia menyampaikan gagasan soal pentingnya pengembangan sektor ekonomi hijau.

