Wamendag Roro Harap Akses Pasar dan Bisnis Makin Luas lewat Kemitraan RI - Uzbekistan
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong adanya peluang perdagangan baru yang akan semakin memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan Uzbekistan. Hal ini diungkapkan saat menghadiri acara Forum Bisnis Indonesia-Uzbekistan.
Forum bisnis mengusung tema "Creating Opportunities and Strengthening Partnerships" serta dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Luar Negeri Uzbekistan Bakhtiyor Saidov, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie, dan Ketua Kadin Uzbekistan Davron Vakhobov.
Wamendag Roro menyebutkan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendorong ekosistem perdagangan dan investasi yang kuat dan dinamis. Untuk mencapainya, Indonesia meningkatkan akses pasar melalui diplomasi ekonomi, memperkuat koneksi bisnis, dan memberikan dukungan bagi investor.
Pada 2018, pemerintah Indonesia dan Uzbekistan sepakat untuk memulai pembahasan Indonesia- Uzbekistan Preferential Trade Agreement (IU-PTA). Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat untuk melakukan studi kelayakan bersama (joint feasibility study/JFS).
“Kami berharap melalui perjanjian perdagangan bilateral, kedua negara dapat meningkatkan hubungan perdagangan dan mengurangi hambatan perdagangan. Selain itu, menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif yang menguntungkan kedua eksportir dan investor," ucap Wamendag Roro di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga
Rencananya pada Agustus 2025, kedua negara akan meluncurkan negosiasi IU-PTA selama kunjungan kerja Menteri Perdagangan Indonesia ke Uzbekistan. Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan telah terjalin cukup lama, berakar pada sejarah bersama keterlibatan diplomatik dan kerja sama ekonomi.
Sejak terjalinnya hubungan diplomatik secara resmi pada 1992 silam, kedua negara terus memperkuat kerja sama mereka di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya. Pentingnya kemitraan ini tercermin dalam upaya konsisten kedua pemerintah untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral, yang akan mendorong pertumbuhan dan kemakmuran kedua negara.
“Kementerian Perdagangan, bermitra dengan Kadin dan lembaga lainnya, siap membantu pelaku usaha Uzbekistan dalam menjelajahi pasar Indonesia sekaligus mendorong bisnis Indonesia untuk menjajaki peluang di Uzbekistan,” ungkap Wamendag Roro.
Diketahui pada 2024, total ekspor Indonesia ke Uzbekistan mencapai US$ 25,78 juta, yang mencerminkan pertumbuhan 57,81% secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding pada 2023. Produk utama yang diekspor dari Indonesia ke Uzbekistan adalah margarin, minyak sayur, kopi, kopra, dan tembakau.

