Lengkap, Pernyataan Penutup Anies Baswedan di Debat Terakhir Capres
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan bakal melawan ketimpangan jika terpilih sebagai presiden RI periode 2024-2029. Hal itu disampaikan Anies saat menyampaikan pernyataan penutup atau closing statement debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir capres di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Dalam pernyataan penutupnya, Anies mengutip falsafah Jawa dan Al Quran, yakni surat Al Imran ayat 26.
Berikut pernyataan penutup lengkap Anies Baswedan dalam debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir capres:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ibu bapak, saudara sebangsa yang saya cintai. Selama satu tahun lebih kami berkeliling Indonesia, berjumpa dengan jutaan rakyat. Mereka datang bukan mengharap bayaran, mereka datang membawa harapan. Mereka menginginkan ada perubahan, kondisi hidup yang lebih baik. Bisa lebih makmur. Orang tua yang di malam hari melihat anaknya tidur dalam kondisi miskin, dia melihat sambil membayangkan, 'akankah anak saya tetap miskin seperti ini, kelak? Bisakah mereka hidup lebih baik?' Kami berjuang untuk perubahan, agar orang tua yang miskin itu bisa melihat anaknya tidur sambil berkata, 'syukur alhamdulillah, walau saya miskin, walau saya kelas menengah, tetapi negara hadir untuk membantu anak saya punya masa depan yang cerah.'
Baca Juga
Setuju dengan Prabowo soal Kompetensi Pendidikan, Anies: Tapi Harus Lihat Urgensi dan Kepentingan
Perjalanan ini adalah perjalanan spiritual bagi kami, setiap jabat tangan, setiap pelukan membawa pesan, pesan yang mereka sampaikan sebagai titip, 'kami ingin Indonesia yang lebih baik, kami ingin Indonesia yang lebih adil' dan kami tahu Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, menginginkan kekuasaan yang welas asih, yang cinta kasih. Karena itu kami yakin bahwa Tuhan yang memerkuasa, Allah SWT, akan memberikan kekuasaan pada yang dikehendaki.
Bahwa Tuhan akan memberikan dan mencabut dari yang dikehendaki. Karena itu kami dalam berjuang menyadari betul, cinta kasih, walas asih, ketulusan, keteguhan menjadi bagian dari perjuangan ini. Kami menemukan orang-orang yang bertugas di lapangan bersama kami, TNI, polisi, ASN, kepada mereka kami sampaikan rasa terima kasih yang luar biasa, dan kami akan perhatikan mereka untuk bisa hidup lebih baik setiap tahunnya nanti.
Kita juga mereaksikan ada yang menolak ini, yang hidup dari ketimpangan ini, yang justru merasakan kekuasaan dari ketimpangan ini. Itu yang akan kami lawan, tetapi kami tidak melawan dengan kebencian, kami tidak melawan dengan rasa ketidaksukaan. Kami akan membawa ini dengan spirit, suro diro joyo diningrat lebur dining pangastuti, bahwa segala angkara murka akan kalah oleh kebaikan. Merah putih di atas semuanya. Penghormatan kepada kebinekaan, penghormatan kepada persatuan akan mengantarkan kita, yang kita ihtiarkan bersama-sama, menjadi Indonesia yang cerdas, sejahtera, sehat. Kesetaraan, kesempatan bagi semua, itulah yang kami akan bawa.
Baca Juga
Sebut Ada 3,2 Juta Kasus Kekerasan Perempuan, Anies Mau Catcalling Ditindak Tegas
Setara bagi siapa? Laki-perempuan. Kaya miskin, kota desa. Mereka yang berpendidikan umum, madrasah, pesantren, agama apa pun, suku apa pun. Dan kami akan tegaskan negara tidak berdagang dengan rakyat, negara tidak pelit dengan rakyat, negara tidak berpaling dari yang papa, negara yang penuh cinta kasih kepada semuanya, negara yang hadir dengan perasaan yang halus, yang rahman, yang rahim, kepada semua yang merangkul dengan perasaan cinta. Sebagai orang tua bagi anak-anaknya, sebagai abah bagi anak-anaknya semua, yang mencintai semua dengan sepenuh hati, memperhatikan yang paling bawah untuk meningkat kesejahteraannya. Agar apa? Yang di tengah terangkat. Bila yang di bawah terlupakan, yang di tengah pun akan terlupakan. Terhimpit. Karena itu pesan yang kami bawa adalah pesan negara yang menyayangi, negara yang welas asih, dan negara yang membereskan soal ketimpangan. Negara yang membereskan soal ketidakadilan. Membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar. Menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat. Mari katong lakukan perubahan. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

