Pimpinan MPR Temui Prabowo Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Ini yang Dibahas
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan para Wakil Ketua MPR menemui Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Presiden Terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Senin (14/10/2024).
Muzani dan para Wakil Ketua MPR diketahui menemui Prabowo untuk membahas persiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 yang akan digelar di Komplek Parlemen, Minggu (20/10/2024) mendatang.
Berdasarkan pantauan Investortrust di kantor Kemenhan, Muzani dan para Wakil Ketua MPR tiba di kantor Kemenhan sekitar pukul 13.10 WIB. Mereka masuk melalui gerbang utama Kemenhan yang berada di sisi utara komplek.
Pertemuan tersebut awalnya dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB. Tidak diketahui penyebab mundurnya pertemuan para pimpinan MPR itu dengan Prabowo.
Baca Juga
Para awak media menunggu di sisi selatan komplek Kemenhan dan tidak diperkenankan untuk mendekati gerbang utama. Terdengar suara terompet untuk menyambut iring-iringan kendaraan yang membawa pimpinan MPR.
Pertemuan Muzani dan para Wakil Ketua MPR dengan Prabowo digelar tertutup selama kurang lebih 45 menit. Setelah pertemuan tersebut berlangsung awak media sempat memanggil para pimpinan MPR untuk wawancara cegat (doorstop), akan tetapi urung terlaksana karena mereka harus bertolak ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat menemui
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Agenda yang akan dilakukan oleh para pimpinan MPR di Istana Merdeka adalah memperkenalkan diri kepada presiden.
Mengutip Antara ada delapan orang yang berasal dari perwakilan fraksi yang ada di MPR serta kelompok DPD, mereka adalah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kahar Muzakir dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Lestari Moerdijat dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Rusdi Kirana dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kemudian, Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Eddy Soeparno dari Partai Amanat Nasional (PAN), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dari Partai Demokrat, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman dari Kelompok DPD.
Perkenalan itu berlangsung setelah presiden mempersilakan seluruh tamunya itu duduk dan saling bertukar obrolan.

