Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Jadi Catin
JAKARTA, investortrust - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Buton Tengah, Jamuri, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak seorang pria dan wanita berniat untuk menikah. Pemeriksaan kesehatan ini berlaku untuk calon pengantin (catin) wanita maupun calon pengantin pria.
"Anak-anak muda yang sudah ada niat untuk hidup berumah tangga, sebaiknya sudah memeriksakan kesehatan fisik dan mental sebelum menikah. Langkah ini sebagai upaya agar keturunan yang dihasilkan menjadi anak-anak yang sehat dan tercegah dari yang namanya stunting," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (13/10/2024).
Bukan sebatas catin saja, Jamuri juga mengatakan bahwa ibu yang memiliki anak, ibu hamil dan menyusui juga perlu senantiasa memperhatikan asupan gizi dan kondisi badan, agar anak tumbuh dengan sehat dan tidak stunting.
Baca Juga
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sultra, Muslimin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa penurunan angka stunting merupakan satu dari tiga program dasar pemerintah daerah, selain juga pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka inflasi.
"Calon pengantin berperan dalam upaya pencegahan stunting dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan fisik, seperti pemeriksaan lingkar lengan atas, indeks masa tubuh dan kadar sel darah merah (Hb) untuk catin wanita,” tuturnya.
"Sedangkan bagi catin pria dengan cara menghindari perilaku merokok. Untuk PUS atau Ibu hamil dan menyusui bisa dengan menerapkan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," jelasnya.
Baca Juga
Hal ini dipaparkan dalam kegiatan Orientasi Pendamping Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk Peningkatan Pelayanan dan Pengukuran Kepada Calon Pengantin (Catin). Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapat pelayanan pemeriksaan indeks masa tubuh dan lingkar lengan atas oleh tenaga kesehatan. Hasil pemeriksaan akan diinput oleh Tim TPK ke dalam aplikasi Elsimil.
Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan cakupan pendampingan catin pada aplikasi Elsimil oleh Tim TPK, dan juga meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk memaparkan pencegahan stunting ditinjau dari sudut pandang agama dan kesehatan dengan sasaran catin dan Pasangan Usia Subur.

