Urai Kemacetan, Ini Solusi 3 Calon Gubernur Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai pusat bisnis, kemacetan menjadi persoalan mendarah daging di Jakarta. Masalah menahun ini menjadi topik debat calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Berdasarkan Tom Tom Traffic Index pada 2022, Jakarta masuk peringkat ke-22 sebagai kota termacet di dunia. Warga Jakarta butuh waktu 53% lebih lama ke tujuan pada jam sibuk.
Calon gubernur nomor 2 Dharma Pongrekun menjelaskan masalah kemacetan Jakarta dapat diurai dengan memaksimalkan manajemen transportasi publik yang sudah ada. Dia tak ingin menambah jumlah armada.
Baca Juga
"Manajemen diperbaiki, dioptimalkan, pastikan setiap track itu jaraknya 10 menit," kata Dharma saat debat calon gubernur Jakarta, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2024).
Selain itu, dia ingin layanan transportasi publik memiliki keamanan dan kenyamanan bagi disabilitas, orang lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
"Kendaraannya harus nyaman, AC nya dingin, dan baunya tidak pengap," ujar dia.
Setelah pemberian fasilitas ini, Dharma akan mengevaluasi layanan. Dari evaluasi inilah dia akan memutuskan apakah akan menambah atau tidak armada transportasi publik.
Untuk mengurai kemacetan, Dharma ingin membuat semacam compound atau area yang menjadi pusat yang meliputi tempat tinggal, pasar, dan sekolah. Sehingga, transportasi publik yang ada ikut terkonsolidasi.
Baca Juga
"Minimal 500 meter dari pemukiman sebagai feeder dari MRT, LRT, atau Transjakarta yang terhubung satu dengan yang lain. Dan disiapkan juga kantong-kantong parkir yang aman dan nyaman agar masyarakat naik transportasi umum," kata dia.
Sementara itu, calon gubernur nomor 1 Ridwan Kamil menyebut ada dua hal yang dapat digunakan untuk mengurai macet. Pertama, kata dia, memfasilitasi pergerakan MRT, LRT, dan busway.
"Kita mungkin berinovasi akan membuat river way atau perahu melintasi 13 sungai di Jakarta dan perluasan fly over mass," ujar Ridwan.
Kemudian, cara kedua yaitu mengurangi pergerakan. Ridwan menjelaskan akan membuat pusat-pusat pertumbuhan di Ancol, PIK, Meruya, Kelapa Gading, dan TB Simatupang.
"Sehingga orang selatan tinggalnya di selatan, tidak usah ke pusat. Kerja di selatan, nge-mall di selatan," kata dia.
Ide lain yang ditawarkannya yaitu work from home (WFH) secara bergilir untuk masing-masing industri. "Senin industri media, Selasa industri hukum, sehingga mengurangi pergerakan," kata dia.
Baca Juga
Debat Perdana Pilkada Jakarta, Dharma Sebut Tanpa Adab, Tak Ada Keadilan
Sementara itu, calon gubernur nomor 3 Pramono Anung menyebut akan memanfaatkan aglomerasi untuk perluasa akses transportasi publik. Dia menawarkan sistem Transjabodetabek.
"Untuk itu maka harus diatur dari ujungnya. Saya termasuk yang akan membebaskan 15 golongan yang sudah naik busway gratis, mereka akan naik MRT, dan LRT gratis. Baik dari Bekasi, Tangerang Selatan, dari Bogor dan dari manapun," ujar dia.
Langkah itu, ucap Pramono dilakukan agar pengguna kendaraan bermotor berkurang. "Jadi yang paling penting untuk mengurangi kemacetan di Jakarta adalah Transjabobetabek. Bahkan kalau perlu sampai dengan Puncak dan Cianjur," kata dia.

