Prabowo dan Ganjar Debat soal Stunting dan Kurang Gizi, Mana yang Benar?
JAKARTA, investortrust.id – Masalah stunting jadi salah satu pembahasan di debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir calon presiden (capres). Perdebatan bermula saat capres nomor urut 2, Prabowo Subianto bertanya kepada capres nomor 3 Ganjar Pranowo, apakah setuju dengan program makan siang dan susu gratis yang diusung Prabowo-Gibran untuk mengatasi stunting.
Ganjar pun menjawab, pihaknya tidak setuju bila pemberian makan kepada anak-anak dapat mencegah stunting. Ganjar menilai masalah stunting harus ditangani sejak dalam kandungan.
“Kalau sudah lahir dan tumbuh, mungkin bukan stunting pak itu, itu gizi buruk. Kalau gizi buruk, Bapak memperbaiki boleh. Jadi jangan sampai confuse antara stunting dan pemberian makan,” ujar Ganjar dalam debat kelima di Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Baca Juga
Tutup Debat Capres, Prabowo Janji Memerangi Kemiskinan dan Kelaparan
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Berdasarkan data survei status gizi nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia berada pada level 21,6%. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4%.
Tenaga Kesehatan RSUP dr Sardjito Yogyakarta Evi Nuryuliyani mengatakan, stunting antara lain disebabkan asupan gizi dan status kesehatan yang meliputi ketahanan pangan, seperti ketersediaan, keterjangkauan, dan akses pangan bergizi.
Stunting juga ditentukan oleh lingkungan sosial, seperti norma, makanan bayi dan anak, higienitas, pendidikan, dan tempat kerja. Selanjutnya, ada peran lingkungan kesehatan seperti akses, pelayanan preventif dan kuratif, serta lingkungan pemukiman seperti air, sanitasi, kondisi bangunan.
Dalam pertanyaannya, Prabowo mengatakan bahwa keberadaan anak-anak yang kurang gizi dan stunting jadi masalah penting Indonesia. Dia pun menanyakan, apakah Ganjar setuju pada gagasan memberi makan bergizi untuk seluruh anak-anak Indonesia demi mengatasi masalah stunting.
“Kemudian menghilangkan kemiskinan ekstrem dan juga mengurangi angka kematian ibu-ibu pada saat melahirkan,” sambung Prabowo.
Menjawab hal itu, Ganjar mengatakan, pemberian makan bergizi kepada anak-anak stunting merupakan tindakan yang terlambat. Menurutnya, stunting harus ditangani dengan cara memberikan asupan gizi yang baik kepada ibu yang sedang mengandung.
“Kalau kemudian gizinya baik, mereka lakukan cek rutin maka akan ketahuan bahwa ibunya sehat, anaknya pertumbuhannya dilihat. Kalau Bapak ngasih gizi kepada ibu hamil, itu baru setuju Pak saya,” jawab Ganjar.
Merespons hal tersebut, Prabowo menambahkan bahwa pihaknya memang bermaksud menyampaikan pemberian gizi kepada ibu hamil.
“Program saya, kita beri makan Ibu yang sedang hamil. Kita beri bantuan gizi Ibu yang sedang hamil karena dia mengandung sembilan bulan. Tetapi memang stunting itu karena kurang gizi, Pak Ganjar,” tegas Prabowo.
Baca Juga
Ganjar: Kita Lawan Politik Dinasti Yang Kuasai Sepertiga Kekayaan Indonesia
Dia bahkan menyebut stunting terjadi di seluruh bagian Indonesia dan Prabowo menemukan anak-anak umur 10 tahun dengan badan seperti anak umur 4 tahun.
“Jadi kita harus intervensi, kita harus kasih bantuan makan dan juga ini mengurangi kemiskinan karena banyak sekali rakyat kita yang penghasilannya hanya Rp 1 juta rupiah sebulan. Jadi kalau tidak dibantu makan anak-anaknya sangat berat hidupnya,” tegasnya. (CR-10)

