PDIP Berpeluang Masuk Kabinet Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Beredar kabar presiden terpilih, Prabowo Subianto bakal merangkul PDIP untuk masuk dalam dalam kabinet pemerintahannya. Sejumlah kader atau nama yang dekat dengan PDIP pun dikabarkan akan menjadi menteri Prabowo.
Berkenaan dengan hal itu, juru bicara (Jubir) Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa peluang PDIP masuk kabinet Prabowo bisa saja terjadi. Hal ini lantaran Prabowo sejak awal memang merangkul seluruh kelompok untuk bersama-sama membangun Indonesia.
''Pak Prabowo sejak awal ingin semua kelompok bisa bersama-sama, membangun Indonesia. Kalau terkait di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, itu tentu adalah keputusan masing masing partai, kita menghormati," kata Dahnil kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Baca Juga
Prabowo dan Megawati Bakal Bertemu, Puan Ungkap Peluang PDIP Gabung Pemerintahan
Tak sampai di situ, Dahnil mengungkapkan, Prabowo bakal mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat ini untuk membahas hal-hal tertentu. Dahnil memastikan pertemuan Prabowo dan Megawati bakal digelar sebelum pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang.
"Itulah sebabnya, Pak Prabowo mengajak semua kelompok, termasuk ingin bertemu dan berkomunikasi dengan Ibu Megawati dalam waktu dekat, pasti sebelum Pak Prabowo pelantikan. Bu Megawati dan Pak Prabowo akan bertemu dan bicara terkait dengan agenda-agenda ke depan," ungkapnya.
Belakangan beredar kabar sejumlah kader atau nama yang dekat dengan PDIP bakal masuk kabinet Prabowo. Beberapa di antaranya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan dan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga
Dahnil menegaskan, Prabowo sudah mengantongi beberapa nama untuk masuk kabinet. Saat ini, katanya, Prabowo sedang menimbang dan mempertimbangkan semua nama itu, baik yang diusulkan oleh partai politik maupun yang diusulkan oleh kelompok lain.
"Jadi bukan hanya dari partai politik, juga ada usulan dari ormas ya, yang mengusulkan ke Pak Prabowo ada dari kelompok profesi dan sebagainya," katanya.

