Prabowo Batal Hadir di Acara Partai Buruh, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto batal hadir dan menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan ribuan buruh dalam acara HUT Ke-3 Partai Buruh di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan Prabowo batal hadir dalam acara bertajuk "Peringatan 3 Tahun Kebangkitan Klas Buruh" itu lantaran harus menjalankan tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan.
“Pesan dari beliau (Prabowo), saya diminta untuk menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir dalam acara karena ada tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Said Iqbal.
Baca Juga
HUT Ke-3, Partai Buruh Minta 6 Hal Ini ke Pemerintahan Prabowo-Gibran
Said Iqbal tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tugas negara yang membuat Prabowo berhalangan hadir di HUT Ke-3 Partai Buruh. Namun, dia mengeklaim Prabowo sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk hadir di acara tersebut dan menyampaikan pidato kebangsaanmya.
Selain menyampaikan pidato kebangsaan, Prabowo juga sedianya mendengarkan aspirasi dari kelompok buruh yang akan disampaikan oleh Said Iqbal. Terdapat enam harapan yang ingin disampaikan Partai Buruh kepada Prabowo.
Keenam hal itu, yakni peninjauan kembali Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau omnibus law UU Cipta Kerja, penghapusan upah murah, penghapusan sistem kerja outsourcing atau alih daya, mewujudkan reforma agraria dan kedaulatan pangan, pengangkatan tenaga honorer, termasuk para guru menjadi aparatur sipil negara (ASN), serta pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi tanpa biaya.
“Harapan ini sudah diterima dengan baik oleh Pak Prabowo,” ujar Said Iqbal untuk menenangkan ribuan buruh yang sempat menyorakinya setelah mengumumkan Prabowo batal hadir acara Peringatan 3 Tahun Kebangkitan Klas Buruh.
Pada kesempatan tersebut, Said Iqbal juga menyatakan dukungan Partai Buruh kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Said Iqbal meyakini pemerintahan selanjutnya dapat mewujudkan harapan tersebut hanya dalam waktu 100 hari awal pemerintahannya.
“Kami secara resmi mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, mewakili seluruh elemen buruh. Kita antarkan Prabowo-Gibran ke tanggal 20 Oktober 2024 untuk dilantik sebagai pemerintahan yang sah secara konstitusi melalui mekanisme pemilu yang sah,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Partai Buruh kemudian memutarkan video sambutan singkat dari Prabowo. Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu juga menyampaikan permohonan maafnya lantaran tidak dapat hadir di acara Peringatan 3 Tahun Kebangkitan Klas Buruh.
“Saya memohon maaf tidak dapat hadir langsung karena harus memimpin kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Saya sudah lama berjuang bersama memperjuangkan hak-hak buruh, nelayan, petani, dan seluruh rakyat Indonesia untuk menikmati sepenuhnya menjadi warga negara yang merdeka,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung partisipasinya sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015 dan dukungannya terhadap Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Melalui dua organisasi tersebut, Prabowo mengaku memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan untuk mewujudkan keadilan ekonomi.
“Memperjuangkan ekonomi Pancasila, kekeluargaan bukan ekonomi kapitalis, neo liberal yang tak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Kita terus bekerja sama mendukung Indonesia yang sudah di ambang tinggal landas menuju negara maju,” tuturnya.
Baca Juga
Prabowo Bakal Hadiri HUT Ke-3 Partai Buruh di Istora Hari Ini
Prabowo menegaskan pemerintahannya kelak akan mengupayakan seluruh kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat. Dia juga akan melawan segala bentuk pengingkaran terhadap UUD 1945 dan berpihak pada kelompok masyarakat yang lemah.
“Mandat dari rakyat saya akan dilantik untuk menjaga, mengelola, dan mendayagunakan kekayaan bangsa, mewujudkan keadilan ekonomi dan keadilan sosial,” ujarnya.

