Ramai Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilgub DKI Jakarta, Pramono Anung: Itu Hanya Sementara
JAKARTA, investortrust.id - Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, memberi tanggapan soal gerakan ‘coblos tiga paslon’ yang ramai dikampanyekan di media sosial.
Sebagaimana diketahui, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024 terdapat tiga paslon, yaitu Ridwan Kamil-Suswono, Pramono Anung-Rano Karno, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana.
Saat jelang gelaran pilkada tersebut, sejumlah masyarakat mengaku kecewa dengan ketiga paslon tersebut, karena dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat. Sehingga muncullah gerakan “coblos tiga paslon” ini agar suara mereka dianggap tidak sah alias golput.
Baca Juga
Tak Lagi Jadi Ibukota, Jakarta Masih Butuh Investasi Rp325 T agar Jadi Global Smart City
Menanggapi hal ini, Pramono Anung menilai gerakan tersebut muncul sebagai bentuk kemarahan masyarakat atas memanasnya dinamika politik yang terjadi belakangan. Namun begitu, dia yakin bahwa kemarahan itu hanya bersifat sementara.
“Pilihan untuk melakukan katakanlah golput, saya yakin seyakin-yakinnya ini akan menurun tajam. Jadi kemarahan publik itu hanya temporary,” kata Pramono Anung saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).
Meski saat ini gerakan coblos tiga paslon tersebut masih masif disuarakan, Pramono meyakini dirinya bersama Rano Karno akan mampu menggaet hati masyarakat untuk memilih mereka. Apalagi, Pilkada DKI Jakarta baru akan dilangsungkan pada 27 November 2024.
Maka dari itu, Pramono Anung menilai kalau masih ada waktu bagi dirinya untuk mempromosikan diri. Adapun tema yang diusung dalam kampanyenya adalah politik riang gembira.
Baca Juga
Pramono Anung-Rano Karno Bakal Tarik Hati Pendukung Anies, Ini Caranya
“Begitu saya sama Bang Dul keliling kalau dilihat siapa yang ada dalam tim pemenangan kami, Cak Lontong. Karena kita memang berkeinginan politik bergembira ria menampilkan Cak Lontong. Dan yang bisa diterima oleh semua masyarakat, kelompok, dan sebagainya,” ujar dia.
Sementara itu, Rano Karno alias Bang Dul mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan golput. Menurutnya, akan sangat disayangkan jika masyarakat membuang hak pilihnya.
“Saya merasa sayang kalau memang warga Jakarta membuang kesempatan memilih haknya. Sayang,” ujar Rano Karno.

