Jumlah Kelas Menengah Turun, Mensos Risma Sebut Belum Temukan Datanya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menanggapi terkait angka penurunan yang terjadi pada masyarakat golongan kelas menengah. Diungkapkan Risma ketika menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Selasa (3/9/2024), pihaknya mengaku belum mendapatkan data soal penurunan jumlah kelas menengah.
Awalnya, isu penurunan angka masyarakat kelas menengah dipertanyakan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). Pasalnya, menurut HNW kondisi tersebut berpotensi membuat kelas menengah menjadi rentan dan terus menurun menjadi miskin.
Baca Juga
Kelas Menengah Turun 1,7 Juta ke 47,8 Juta Orang Dua Tahun, Ini Profilnya
Menanggapi fenomena tersebut, Mensos Risma mengaku pihaknya tengah mencari data masyarakat kelas menengah yang mengalami penurunan tersebut. Kendati demikian, ia menyebutkan Kemensos hingga kini belum mendapatkan data itu.
"Kita cari sampai ke Kemenaker, sampai BPJS Ketenagakerjaan, lewat Kadin, Apindo lewat perusahaan, enggak ada data itu," ucap Mensos Risma.
"Kami masih cari itu, untuk mengejar tadi supaya kelompok menengah ini yang rentan ini bisa kita cover, karena setiap bulan kami juga bisa mengeluarkan yang tidak miskin itu," tambahnya.
Baca Juga
Kelas Menengah Turun, Ekonom BCA Ingatkan Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk kelas menengah pada 2024 mencapai 47,85 juta jiwa atau sekitar 17,13% dari total populasi Indonesia.
Jumlahnya mengalami penurunan dibanding periode sebelum pandemi Covid-19. Pada 2019, penduduk kelas menengah masih sebesar 21,45% atau sekitar 57,33 juta jiwa dan turun menjadi 19,82% atau menjadi 53,83 juta jiwa di 2021.

