Ini Tiga Strategi Pemerintahan Jokowi untuk Atasi Tantangan Transformasi Digital
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan setidaknya ada tiga strategi utama yang disiapkan untuk mengatasi tantangan besar mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 lewat transformasi digital.
Sebagai catatan, Visi Indonesia Emas 2045 adalah suatu gagasan yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045 atau bertepatan dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Gagasan ini disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)dan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2019.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar menyatakan strategi itu diarahkan untuk mengatasi tantangan dalam pemerataan infrastruktur dan talenta digital untuk percepatan digitalisasi di Indonesia.
Baca Juga
INA Digital Segera Diluncurkan, Ada 19 Fitur untuk ASN dan Masyarakat
“Selama 10 tahun terakhir Kemenkominfo berfokus pada tiga strategi utama. Pertama, implementasi pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang mencakup kualitas, cakupan, dan keamanan siber. Kedua, menyiapkan ketersediaan talenta digital. Dan ketiga, tata kelola termasuk regulasi yang tinggi,” katanya melalui keterangan resmi Kemenkominfo, dikutip Rabu (4/9/2024).
Menurut Fadhilah, Kemenkominfo menargetkan pemerataan pembangunan infrastruktur digital dari wilayah pinggiran dan daerah-daerah terluar. Selanjutnya, dalam penyiapan ketersediaan talenta digital, Kementerian Kominfo berupaya memenuhi kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital nasional.
“Dan ketiga, tata kelola, termasuk regulasi yang tinggi, di mana tingkat regulasi media di Indonesia mencapai angka di atas 12%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan regulasi media Asia Pasifik yang hanya 8,7%,” tuturnya.
Baca Juga
Kematangan Digital Kunci Keberhasilan Transformasi Perbankan
Fadhilah juga menekankan tiga langkah strategis utama itu ditujukan untuk memastikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.
“Pada 2015 terdapat 122 kabupaten tertinggal dari total 514 kabupaten di Indonesia. Namun, pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, jumlah kabupaten tertinggal berkurang menjadi 62 kabupaten,” ungkapnya.
Selain itu, tingkat penetrasi internet mengalami peningkatan signifikan. Menurut Fadhilah, kemajuan ini menandakan upaya yang berhasil dalam perluasan akses internet dan infrastruktur digital di seluruh negeri.
“Penertrasi internet naik dari 34,9% menjadi 79,50%, mencakup sekitar 221 juta jiwa penduduk Indonesia,” tegasnya.
Dalam waktu bersamaan, digitalisasi sektor bisnis juga menjadi penggerak perekonomian nasional. Terutama untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat inovasi, dan memperkuat daya saing perusahaan. Kemenkominfo berperan penting dalam mendorong adopsi teknologi di sektor bisnis melalui berbagai inisiatif dan program dukungan
Baca Juga
"Dengan adopsi teknologi digital, perusahaan dapat mengoptimalkan proses bisnis mereka dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar. Ini juga berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan meningkatkan kontribusi sektor bisnis terhadap PDB nasional,” papar Fadhilah.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan digitalisasi layanan publik untuk meningkatkan dan mempermudah akses warga negara. Upaya ini mencakup pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Satu Data Indonesia (SDI).
Menurut Fadhilah, sistem ini penting untuk memastikan bahwa keputusan pemerintah diambil berdasarkan data yang valid dan akurat, sehingga kebijakan yang diterapkan lebih tepat sasaran dan efektif.
“Digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kurasi, kecepatan, dan kualitas pelayanan publik. Diharapkan digitalisasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi dalam pengelolaan data pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga
Kadin: Talenta Digital di Indonesia Masih Minim dan Terpusat di Jawa
Kemenkominfo juga terus mengupayakan keberlanjutan pembangunan infrastruktur digital dengan penyiapan talenta digital. Upaya ini dilakukan dengan mencetak talenta yang dimiliki memiliki keterampilan dan pola pikir sesuai dengan kebutuhan era digital.
Fadhilah menambahkan, Kemenkominfo juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta perguruan tinggi ternama di Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan dan beasiswa melalui Program Digital Talent Scholarship.
“Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan mempersiapkan generasi penerus yang kompeten dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang akan mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia,” jelasnya.
