Ramai Demo RUU Pilkada, Jokowi: Aspirasi Rakyat
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara setelah ramai gelombang demonstrasi penolakan terhadap revisi undang-undang (UU) Pilkada. Aksi demonstrasi terjadi saat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan RUU Pilkada.
Jokowi tak masalah dengan adanya demonstrasi. Dikatakan, hal itu merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi.
Baca Juga
Iklan Kongres PAN sampai ke Times Square AS, Jokowi: Geleng-Geleng Saya
"Baik, itu baik. Itu penyampaian aspirasi dari rakyat, sangat baik," kata Jokowi seusai membuka Kongres VI PAN di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Diketahui, DPR telah memastikan membatalkan pengesahan RUU Pilkada. Dengan demikian, aturan mengenai syarat pencalonan kepala daerah merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Meski enggan berkomentar lebih lebih jauh, Jokowi memastikan pemerintahan akan mengikuti putusan MK soal persyaratan calon kepala daerah.
"Itu wilayah legislatif, wilayah DPR ya," sebut Jokowi.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Suami Dasco Ahmad memastikan paripurna pengesahan revisi UU Pilkada batal digelar. Dengan demikian, aturan syarat pencalonan kepala daerah pada Pilkada 2024 menggunakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60 dan 70.
"Pengesahan revisi UU Pilkada yang direncanakan hari ini tanggal 22 Agustus batal dilaksanakan. Oleh karenanya pada saat pendaftaran pilkada pada tanggal 27 Agustus nanti yang akan berlaku adalah keputusan JR (judicial review) MK yang mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Partai Gelora," kata Dasco kepada wartawan, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Jokowi Bantah Akan Terbitkan Perppu setelah RUU Pilkada Batal Disahkan
Dasco menekankan, pembatalan rapat paripurna pengesahan revisi UU Pilkada ini bukan karena adanya peningkatan eskalasi penolakan dari masyarakat melalui demonstrasi. Dasco mengatakan, memutuskan menunda rapat paripurna pada pagi hari tadi karena anggota DPR yang hadir secara fisik tidak memenuhi kuorum. Saat itu, katanya, demonstrasi sejumlah elemen masyarakat belum terjadi.
"Kan kita batalkan pagi tadi itu belum ada demo. Cuma karena memang enggak kuorum makanya kita batalkan. Kan kita ini taat azas dan aturan. Jadi karena tadi enggak kuorum, saya batalkan," katanya.

