PUPR Sedang Rampungkan Proyek Jembatan Rp 814 Miliar di Bantul
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan Jembatan Pandansimo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pembangunan jembatan di jalur pantai selatan (pansela) yang menelan dana APBN Rp 814 miliar ini ditargetkan selesai pada akhir 2024.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas jalur pansela diharapkan menjadi jalur wisata wilayah pesisir pantai selatan serta memperlancar konektivitas Pulau Jawa bagian Selatan dan mengurangi beban lalu lintas jalan pantai utara (pantura) Jawa.
Baca Juga
Telan Anggaran Rp 591 Miliar, PUPR Rampungkan Proyek Penggantian 9 Jembatan Tua di Jatim
“Kita terus promosikan jalur pansela Jawa, supaya orang tertarik lewat selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus namun juga memiliki pemandangan yang indah (panoramic road) dan terdapat banyak obyek wisata,” kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (30/7/2024).
Pembangunan Jembatan Pandansimo dilaksanakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY dengan pekerjaan konstruksi jembatan yang telah mencapai 53%.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi DIY BBPJN Jateng-DIY, Setiawan Wibowo menerangkan, Jembatan Pandansimo memiliki bentang utama jembatan sepanjang 675 meter dengan total penanganan 1.900 meter.
“Konstruksi jembatan dilengkapi teknologi lead rubber bearing (LRB) untuk melindungi atau mereduksi struktur utama jembatan dari potensi bencana gempa bumi. Jembatan ini berada di atas tanah dengan struktur berpasir dan muka air tanah dangkal yang lokasinya tidak jauh dari sumber gempa sesar opak radius kurang dari 10 km,” papar dia.
Teknologi LRB, menurut Setiawan, dapat meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa. LRB memiliki sifat elastis sehingga memungkinkan struktur bawah untuk bergerak atau bergeser jika terjadi gempa dan kemudian kembali ke posisi semula saat gempa berakhir. LRB juga berfungsi mencegah kerusakan serius pada struktur jembatan.
Selain itu, kata Setiawan, konstruksi Jembatan Pandansimo menggunakan corrugated steel plate (CSP) yang belum banyak digunakan pada jembatan di Indonesia. Penggunaan CSP membuat struktur jembatan lebih ringan tetapi kuat serta cepat dalam pemasangan, sehingga relatif lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu.
Baca Juga
Jokowi Resmikan 9 Jembatan di Jawa Tengah, Total Investasi Rp 1,31 Triliun
Dia menuturkan, Jembatan Pandansimo akan dipercantik dengan ornamen kearifan lokal berupa ikon Gunungan dengan interpretasi Sulur Keris dan Batik Nitik sebagai gerbang penanda mandala terciptanya ruang budaya. Terdapat pula Gapura Joglo sebagai penanda titik masuk atau keluar jembatan.
Setiawan menambahkan, Jembatan Pandansimo membentang di atas Sungai Progo yang menghubungkan jalan pantai selatan ruas Congot – Ngremang (Kabupaten Kulon Progo) dengan ruas Pandansimo – Samas (Kabupaten Bantul).
“Kehadiran Jembatan Pandansimo diharapkan dapat meningkatkan konektivitas jalur selatan Jawa, di mana sebagian besar jalannya berada di dekat Pantai Selatan sehingga potensial menjadi jalur pariwisata di Yogyakarta,” ujar dia.

