Telan Anggaran Rp 33,5 Miliar, Penataan Kawasan Tondano Minahasa Rampung
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan Kawasan Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang menelan anggaran sebesar Rp 33,5 miliar.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan, pariwisata merupakan sektor vital yang dapat menggerakkan perekonomian daerah, maka dengan rampungnya kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan pemasukan daerah di Kabupaten Minahasa.
“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki dalam keterangan pers yang diterima pada Senin (29/7/2024).
Penataan Kawasan Tondano Minahasa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Utara Ditjen Cipta Karya dengan total anggaran sebesar Rp 33,5 miliar. Penataan kawasan ini telah selesai dan telah dilakukan serah terima kelola ke pemerintah daerah serta soft opening pada Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Basuki menerangkan, kegiatan penataan kawasan ini meliputi revitalisasi Jalan Sam Ratulangi, pembangunan gerbang plaza, pembangunan panggung dan Lapangan Sam Ratulangi yang juga dikenal sebagai Taman God Bless Minahasa, pembangunan promenade, perbaikan saluran drainase dan trotoar di area pasar bawah.
“Penataan kawasan ini bertujuan untuk menyediakan infrastruktur pendukung pariwisata, menciptakan kawasan terbuka kota, serta menyediakan sarana pejalan kaki yang nyaman dan aman,” tandas dia.
Ia juga menyatakan, penataan kawasan Tondano ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik pariwisata, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian lokal.
Tak hanya itu, menurut Basuki, penyediaan sarana pejalan kaki dan revitalisasi kawasan perkantoran serta pertokoan diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
“Selain itu, perbaikan saluran drainase dan trotoar akan mengurangi risiko banjir dan genangan air, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penduduk setempat serta pengunjung,” ujar Basuki.
Baca Juga
Kemenparekraf Pastikan Pembahasan Dana Abadi Pariwisata Terus Berjalan
Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Wahyu Kusumosusanto menambahkan, penataan kawasan ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Infrastruktur Permukiman (RPIP) Kawasan Tondano yang diarahkan untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata di kawasan Danau Tondano.
“Danau Tondano merupakan salah satu danau yang diprioritaskan penanganannya secara nasional. Statusnya juga telah dituangkan dalam Perda Sulut nomor 1 tahun 2014 tentang RTRW Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014-2034 yang menetapkan DAS Tondano sebagai Kawasan Strategis Nasional sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Daerah Aliran Sungai Tondano,” imbuh Wahyu.
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey turut mengapresiasi dukungan Kementerian PUPR terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Minahasa.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah membantu meningkatkan sarana dan prasarana di Sulawesi Utara. Dengan penataan ini kami berharap akan mendorong sektor pariwisata di Minahasa dan Sulawesi Utara,” pungkas dia.

