Jaksa Agung Ingatkan Jajaran Waspadai Oknum yang Ingin Lemahkan Kejaksaan
JAKARTA, investortrust.id - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mewaspadai adanya oknum yang ingin melemahkan kejaksaan. Peringatan itu disampaikan Jaksa Agung saat memimpin upacara Hari Bhakti Adhyaksa di Balai Diklat Kejaksaan, Jakarta, Senin (22/7/2024).
"Saya ingatkan agar kita semua selalu waspada, jangan lengah sedikit pun. Karena upaya pelemahan terhadap institusi yang kita cintai ini, oleh oknum-oknum penjahat yang tidak nyaman dengan penegakan hukum yang kejaksaaan jalankan," kata Burhanuddin.
Baca Juga
KPK, Kejagung dan DOJ AS Bahas Penelusuran Pencucian Uang Kripto
Burhanuddin mengatakan, dalam lima tahun terakhir, kejaksaan mampu mencetak sejarah dengan menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya. Kejaksaan, katanya, mampu hadir untuk menjawab harapan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan keadilan, pemanfaatan, dan kepastian hukum. Kejaksaan juga mampu melaksanakan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan tanpa pandang bulu, tetapi tetap menjaga sisi humanis.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kerja cerdas kita bersama," katanya.
Burhanuddin mengatakan, tidak ada prestasi yang dicapai tanpa perjuangan dan tantangan. Capaian dan prestasi kejaksaan ini, katanya, berkat kinerja seluruh warga Adhyaksa.
"Capaian ini sebagai hasil dari kombinasi pelaksanaan tugas dan wewenang penanganan perkara yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat, dalam arti integritas, kapabilitas yang mumpuni," katanya.
Untuk itu, Jaksa Agung meminta seluruh jajaran untuk menjaga pencapaian yang telah diraih sejauh ini. Jangan sampai, capaian dan prestasi ini ternoda oleh ulah pihak tertentu.
"Goresan tinta emas kejaksaan ini harus dijaga, dirawat, ditumbuhkembangkan. Jangan sia-siakan segala pengorbanan dan kerja keras yang telah kita lakukan bersama," tegasnya.
Menurut Burhanuddin, segala pecapaian ini menjadi momentum yang harus dimanfaatkan oleh seluruh warga Adhyaksa. Pencapaian ini, katanya, menjadi batu pijakan yang dapat diwariskan ke masa selanjutnya.

