Elektabilitas Risma Urutan Kedua di Pilkada Jatim, PDIP: Karena Belum Bergerak
JAKARTA, investortrust.id - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini berada pada urutan kedua di survei Litbang Kompas terkait Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2024 lantaran yang belum melakukan safari politik. Hal itu disampaikan Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
"Ibu Risma itu nomor dua (karena) belum bergerak. Sama dengan survei Pak Andika di Jawa Tengah belum bergerak. Artinya mereka-mereka itu mengandung harapan dari rakyat," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu.
Baca Juga
Hasto menyampaikan hal tersebut menanggapi hasil survei Litbang Kompas terkait Pilkada Jatim 2024 yang dirilis Jumat (19/7/2024). Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, petahana Khofifah Indar Parawansa berada di posisi pertama dengan 26,8% diikuti Risma dengan 13,6%.
Sementara di posisi ketiga terdapat nama Emil Dardak dengan elektabilitas 3,8%. Khofifah dan Emil Dardak akan berduet kembali di Pilkada Jatim 2024 setelah 5 tahun bersama-sama memimpin provinsi tersebut.
Hasto menyatakan PDIP masih menjaring sosok yang layak untuk diusung dalam Pilkada Jatim. Namun, Hasto mengakui Risma menjadi salah satu kandidat yang dicermati PDIP. Hasto pun meyakini elektabilitas mantan Wali Kota Surabaya itu mengandung harapan dari rakyat.
"Ibu Mega sudah menugaskan salah satu fungsionaris DPP Pak Said Abdullah juga, Pak Pramono Anung untuk membantu proses konsolidasi di Jawa Timur," katanya.
Khofifah-Emil Dardak saat ini telah mengantongi dukungan dari delapan partai untuk bertarung di Pilkada Jatim 2024. Kedelapan partai itu, yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PSI, PPP, dan PKS.
Meski demikian, Hasto memastikan tidak ada kotak kosong di Pilkada Jawa Timur. PDIP, kata Hasto, akan mengusung pasangan calon di Pilkada Jatim 2024.
Tak hanya Pilkada Jatim, Hasto juga menegaskan PDIP akan mengusung calon agar tidak terjadi kotak kosong di Pilkada Sumatera Utara (Sumut). Diketahui, baru ada nama Bobby Nasution yang sudah banyak didukung oleh partai politik di Pilkada Sumut 2024. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu didukung oleh parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) ditambah PKS dan PKB.
"PDI Perjuangan di Sumut bisa mencalonkan sendiri. Di Jawa Timur, kami juga sedang menyiapkan kerja sama politik, sehingga kotak kosong itu tidak akan terjadi untuk provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara," kata Hasto.
Baca Juga
Dikatakan, PDIP saat ini masih menjaring nama-nama yang mampu untuk diusung dalam Pilkada Sumut dan Jatim, apalagi pasangan calon yang akan diusung harus mencerminkan aspirasi rakyat.
"Kami sudah melaksanakan pelatihan tim kampanye pada batch yang ketiga, sehingga bagi kami pilkada bukan sekadar figur, tetapi ini konsolidasi partai, ini pergerakan mesin partai. Ini keyakinan pada ideologi, ini komitmen kepada rakyat dan tanggung jawab bagi masa depan," sambung dia.

