Parpol Pendukung Anies dan Ganjar Bisa Jegal Prabowo Menang 1 Putaran
JAKARTA, investortrust.id - Partai-partai pendukung capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) serta capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD bisa menjadi batu sandungan bagi capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih kemenangan di Pilpres 2024 dalam satu putaran.
Partai koalisi pendukung Anies, yakni Partai Nasdem, PKS, dan PKB serta partai koalisi pendukung Ganjar, yakni PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura harus mampu mengonsolidasikan basis pemilih untuk mendukung capres mereka masing-masing di Pilpres 2024. Hal ini mengingat temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan pemilih partai pendukung Anies dan Ganjar belum solid memilih kedua capres tersebut.
Baca Juga
Kelompok Pemilih Ini Jadi Kunci Pilpres 2024 Berlangsung 1 atau 2 Putaran
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan membeberkan, pemilih Nasdem, PKS, dan PKB yang memilih pasangan Anies-Cak Imin (Amin berada di angka 58%. Demikian juga pemilih PDIP, PPP, Hanura dan Perindo yang memilih Ganjar-Mahfud hanya berkisar 57%. Sementara, pemilih Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PSI, Prima, Gelora, PBB, dan Garuda yang memilih Prabowo-Gibran lebih solid, yakni sekitar 72%.
"Para pemilih partai di kubu Prabowo lebih disiplin dalam memilih calon yang yang mereka dukung, sementara para pemilih partai di kubu 01 (Anies-Cak Imin) dan kubu 03 (Ganjar-Mahfud) itu kurang disiplin dibandingkan dengan 02 (Prabowo-Gibran)" kata Djayadi dalam Diskusi Konvergensi bertajuk "Pilpres 2024 Satu Putaran, Mungkinkah?" di kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Untuk itu, dengan sisa waktu yang tersisa menuju hari pemungutan pada 14 Februari 2024, partai-partai koalisi pendukung Anies dan Ganjar harus mampu mengonsolidasikan kekuatan mereka dalam mendukung capres masing-masing. Hal itu penting untuk menjegal Prabowo-Gibran menang satu putaran.
"Kalau dalam 14 hari ke depan partai-partai di dua kubu 13 mendisiplinkan lebih banyak, lebih kuat maka itu bisa mencegah terjadi satu putaran," katanya.
Baca Juga
Sosok Ini Disebut Lebih Sulit Dihadapi Prabowo di Putaran Kedua Pilpres 2024
Menurut Djayadi, partai-partai harus bisa memanfaatkan kampanye terbuka atau kampanye akbar yang saat ini sedang berlangsung hingga 10 Februari 2024 mendatang atau sebelum masa tenang kampanye. Dikatakan, kampanye akbar merupakan momentum mendisiplinkan para pemilih karena ajang menunjukkan kekuatan.
"Itu kan bagian dari konsolidasi besar-besaran kemudian show of force secara psikologi menguatkan, memilitansikan para pendukung. Kalau militansi para pendukung itu kemudian ditularkan sampai ke bawah itu bukan hanya akan mendisiplinkan para pemilih partai untuk calonnya masing-masing masing tetapi juga bisa menarik orang-orang yang tadinya pergi, orang-orang yang masih ragu-ragu Kalau itu yang terjadi maka terjadi momentum konsolidasi, makin sulit Pak Probowo untuk memperoleh satu putaran," paparnya.

