Gempa M 4,4 Akibatkan Kantor Bupati Batang dan 8 Rumah Warga Rusak
JAKARTA, investortrust.id - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 4 4 mengakibatkan sejumlah rumah, tempat ibadah, sekolah dan kantor bupati Batang rusak. Selain itu, terdapat sejumlah warga yang mengalami luka.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan hasil kaji cepat sementara menunjukkan gempa dengan pusat kedalaman 6 kilometer itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Terdapat tiga rumah warga rusak berat, lima rumah rusak ringan, satu tempat ibadah rusak ringan, satu sekolah rusak sedang dan kantor bupati Batang rusak sedang. Setidaknya, gempa dangkal itu telah berdampak di enam desa di Kecamatan Batang, tiga desa di Kecamatan Warungasem dan satu desa di Kecamatan Wonotunggal.
Baca Juga
Perbaikan Sistem Air Pascagempa Sulawesi Selesai, 50% Rumah Tersambung dari Target 4.000 SR
"Gempa yang berpusat di koordinat 7.00 LS, 109.71 BT itu juga menyebabkan empat warga mengalami luka setelah terkena reruntuhan bangunan," kata Abdul dalam keterangan resminya, Minggu (7/7/2024).
Berikut identitas empat korban luka akibat gempa Batang:
1. Sri Mukartuna, 37 tahun, Dukuh Ketandan RT 01/03 Kelurahan Proyonanggan Utara, Kecamatan Batang, mengalami luka ringan.
2. Cati, 78 tahun, Dukuh Ketandan RT 01/03 Kelurahan Proyonanggan Utara, Kecamatan Batang, mengalami luka di kepala.
3. Yuyun Safarih, 42 tahun, warga Desa Kalisalak RT 01/02, Kecamatan Batang, mengalami luka di kepala.
4. Sapiin, 65 tahun, warga Kelurahan Karangasem Selatan, Kecamatan Batang dirujuk ke RSUD Kalisari Batang
Abdul mengatakan, hingga pukul 19.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Batang bersama TNI, Polri dan unsur forkopimda lainnya tengah melakukan asesmen lanjutan guna mendata kerusakan bangunan lainnya dan melakukan pertolongan kepada warga terdampak.
"Tim gabungan tersebut juga menyiapkan lokasi pengungsian termasuk pendataan warga," kata dia.
BNPB mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Batang dan sekitarnya agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Munculnya korban jiwa bukan karena gempabuminya namun karena faktor bangunan yang tidak kuat menahan guncangan," katanya.
Abdul mengatakan untuk menyiapkan kesiapsiagaan berbasis keluarga, masyarakat dapat membuat alarm dini sederhana dengan menggunakan peralatan dapur seperti beberapa panci yang disusun bertingkat sehingga mudah jatuh jika terjadi guncangan gempa. Suara jatuhnya panci tersebut akan menjadi peringatan dini bagi pemilik rumah, sehingga lebih meningkatkan kesiapsiagaan.
Baca Juga
Minggu Pagi, Gempa M 5,1 Guncang Pulau Karatung Sulawesi Utara
Masyarakat juga diharapkan untuk tidak terpengaruh terhadap kabar yang tidak benar terkait gempabumi. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi dari instansi terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD, TNI maupun Polri.
Diketahui, gempa berkekuatan M 4,4 mengguncang wilayah Kabupaten Batang dan sekitarnya, Minggu (7/7/2024) pukul 14.35 WIB. Guncangan gempa itu dirasakan cukup kuat di Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

