Kemenkominfo Pastikan Baru 5 Layanan Publik yang Berhasil Dipulihkan dari Serangan Siber
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan baru baru lima layanan publik yang berhasil dipulihkan hingga kini usai insiden serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Lima layanan instasi pemerinta ini lebih cepat dipulihkan, karena memiliki cadangan data (backup).
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemenkominfo) Usman Kansong mengatakan, hingga Rabu (26/6/2024), lima layanan publik sudah berhasil dipulihkan usai insiden tersebut. Lima layanan tersebut adalah layanan dari instansi pemerintah yang melakukan pencadangan data.
"(Pemulihan layanan publik) mengutamakan tenant (penyewa) PDNS 2 yang backup data. Sudah ada lima tenant PDNS 2 yang pulih," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
Pusat Data Sementara Kena Serangan Siber, Apa Kabar Proyek Pusat Data Nasional?
Perinciannya adalah layanan keimigrasian dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sistem Informasi Kinerja Penyedia Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIKaP LKPP), Sistem Perizinan Event Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marinves). Kemudian SiHalal Kementerian Agama (Kemenag) dan ASNDIGITAL Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur.
Terkait dengan cadangan data, Direktur Network & IT Solution PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Herlan Wijanarko mengungkapkan bahwa mekanisme pencadangan data PDNS 2 sebenarnya sudah disiapkan. Demikian halnya dengan PDNS 1 di Serpong, Tangerang Selatan yang saat ini masih beroperasi sebagaimana mestinya.
Baca Juga
BSSN Jadi Sorotan dan Perlu Direformasi Pasca-serangan Siber Pusat Data
"Sistem backup-nya disiapkan, tetapi belum dimanfaatkan," katanya ketika ditemui usai konferensi pers di Gedung Kemenkominfo, Rabu (26/6/2024).
Telkom melalui anak usahanya PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) merupakan pengelola dari pusat data sementara pemerintah. Pusat data tersebut meliputi PDNS 1 di Tangerang Selatan, Banten dan PDNS 2 di Surabaya, Jawa Timur.
Tahap Pemulihan
Sejauh ini, upaya pemulihan layanan publik terdampak serangan ransomware yang dilakukan oleh Telkomsigma adalah menyiapkan pusat data cadangan. Pusat data tersebut akan digunakan oleh instansi pemerintah yang memiliki backup data.
Sebagai catatan, ransomware merupakan sejenis program jahat atau malware, yang mengancam korban dengan menghancurkan atau memblokir akses ke data atau sistem penting hingga tebusan dibayar.
"(Sebanyak) 44 tenant (PDNS 2 yang punya backup), kita masukkan ke recovery stage pertama (pemulihan tahap pertama). Kita klarifikasi dengan para tenant dan mulai kita upayakan untuk aktifkan layanannya," paparnya.
Baca Juga
DPR Minta Polri Perkuat Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber
Kemudian untuk tahapan pemulihan kedua, apabila tidak ada backup, instansi pemerintah yang menggunakan PDNS 2 akan dipindahkan ke pusat data baru yang diklaim lebih aman. Pusat data baru ini sistem keamanannya akan diasistensi langsung oleh Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).
"PDNS 2 kita kunci, kita set (atur) ulang, kita siapkan environment (ekosistem) baru pengganti PDNS 2 yang sudah kita kunci. Aspek security (keamanannya) ada asistensi dari BSSN kita implementasikan supaya lebih aman," ujarnya.
Herlan menambahkan data yang tersimpan di PDNS 2 dipastikan tidak bisa disalahgunakan oleh pihak yang melakukan serangan. Sebab, pusat data tersebut sudah diisolasi dan dipastikan pemerintah tidak akan membayar tebusan sebesar US$ 8 juta atau sekitar Rp 131,3 miliar (Rp 16.423/US$).

