Alex KPK Bantah Bukti Percakapan dengan SYL soal Permintaan Bantu Kampungnya
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bukti percakapan dirinya dengan mantan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam percakapan itu, Alexander Marwata disebut meminta program kepada SYL untuk kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Alex, sapaan Alexander Marwata, mengeklaim tidak pernah mempunyai dan menyimpan nomor handphone (HP) SYL maupun pejabat Kementan yang kini sedang berperkara di Pengadilan Tipikor. Untuk itu, Alex menduga seseorang menggunakan foto profil dirinya yang kemungkinan diambil dari Google.
"Percakapan WA antara Mentan dengan seseorang yang menggunakan foto profile saya (kemungkinan foto saya diambil dari Google). Saya tidak pernah mempunyai dan menyimpan nomor hape mentan ato pejabat Kementan yang saat ini sedang berperkara/disidang di Pengadilan Tipikor," kata Alex.
Baca Juga
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata Pernah Minta SYL Bantu Kampungnya
Alex mengaku sudah diklarifikasi Dewas mengenai percakapan dengan SYL tersebut. Alex mengeklaim tidak ada bukti dirinya berkomunikasi dengan SYL atau pejabat Kementan.
"Saya sudah diklarifikasi Dewas dan sejauh ini tidak ada bukti saya berkomunikasi dengan mentan atau pejabat Kementan yang sedang berperkara," katanya.
Sebelumnya, mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono mengungkapkan pernah melihat percakapan atau chatting antara SYL dengan Alexander Marwata. Dalam percakapan itu, Alex meminta program kepada SYL untuk kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah (Jateng).
Hal itu dikatakan Kasdi saat menjadi saksi mahkota dalam sidang kasus dugaan korupsi di Kementan dengan terdakwa SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/6/2024). Kasdi sendiri merupakan terdakwa atas perkara yang sama.
Mulanya, Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh mencecar Kasdi soal hubungan dan komunikasi antara SYL sebagai mentan dengan pimpinan KPK.
"Saudara mendengar atau Pak Menteri kemudian ada hubungan dengan salah satu pejabat KPK? Pimpinan KPK? Ada hubungan enggak?" kata Pontoh.
Menjawab hal itu, Kasdi mengaku pernah melihat adanya komunikasi antara SYL dengan Alex, sapaan Alexander Marwata.
"Pada saat itu memang ada chatting tetapi isinya bukan itu, ada chatting beliau disampaikan oleh penyidik kepada saya ada di HP Pak Menteri, ada chatting itu," jawab Kasdi.
"Chatting dengan siapa?” tanya hakim.
“Antara Pak Menteri dengan salah satu pimpinan KPK,” ungkap Kasdi.
“Siapa namanya?” kata hakim.
“Pada waktu itu adalah Pak Alex Marwata,” jawab Kasdi.
Kasdi menjelaskan dalam komunikasi tersebut, Alex meminta SYL agar kampung halamannya diberikam program. Namun, ia mengaku tidak tahu apakah permintaan tersebut ditindaklanjuti atau tidak.
"Untuk tolong dibantu kampungnya Klaten untuk diberi?" tanya hakim.
"Diberikan program," jawabnya.
Baca Juga
Kasdi menyebut obrolan SYL dengan Alex Marwata terjadi pada 2022 atau sebelum KPK menyelidiki dugaan korupsi di Kementan. Selain itu, Kasdi mengungkapkan, dalam obrolan itu, Alex sempat menanyakan nomor telepon Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada SYL.
"Nomor HP-nya Menteri LHK , Pak Alex menanyakan ke beliau ke Pak Menteri untuk minta nomornya Ibu Siti Nurbaya, itu yang di dalam chatting-nya," ungkap Kasdi.
"Dan disampaikan Pak Menteri nomornya?" cecar hakim
"Saya tidak tahu," jawab Kasdi.

