Kirim SMS Blast Peringatan Judi Online, Kemenkominfo Kena Cibir Warganet
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengirimkan pesan singkat atau short message service (SMS) guna meningkatkan masyarakat akan bahaya judi daring atau judi online.
“Judi Online Bahaya dan Merusak Pengguna. Jangan Pernah Mencoba. Jaga Masa Depan Penuh Bahagia," demikian isi dari pesan singkat dari Kemenkominfo yang diterima oleh Investortrust pada Senin (17/6/2024).
Pesan tersebut dikirimkan dengan metode SMS blast atau SMS broadcast. Pesan dikirimkan ke banyak nomor dari satu sumber dengan isi pesan yang sama tetapi dengan menggunakan identitas pengirim atau bukan dikirim oleh nomor seluler biasanya.
Baca Juga
Airlangga: Bansos untuk Keluarga Judi Online Tidak Masuk Anggaran Saat Ini
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan pesan singkat yang dikirimkan oleh Kemenkominfo merupakan bagian dari edukasi masyarakat akan bahaya judi online.
"Edukasi melalui SMS blast sudah mulai," katanya mengutip Antara pada Senin (17/6/2024).
Menurut Budi Arie, edukasi menggunakan pesan singkat akan dilakukan rutin dilakukan setiap hari bekerja sama dengan operator seluler yang beroperasi di Indonesia.
Sebelumnya, Budi Arie mengungkapkan bahwa Kemenkominfo sudah memblokir 2,94 konten terkait judi online dari 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024. Selain itu, Kemenkominfo juga telah mengajukan penutupan sekitar 555 akun dompet digital (e-wallet) dan lebih dari 5.779 rekening yang berkaitan dengan aktivitas judi online sejak 18 September 2023 hingga 28 Mei 2024.
Baca Juga
Komisi VIII DPR: Tidak Semua Korban Judi Online Bisa Terima Bansos
Kemenkominfo juga telah menangani 16.596 sisipan laman judi online di situs lembaga pendidikan dan 18.974 di situs lembaga pemerintahan sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024.
Pengiriman pesan singkat untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya judi online mendapat cibiran dari warganet. Metode tersebut dipertanyakan efektivitasnya karena pesan singkat sudah tidak banyak digunakan oleh pengguna ponsel seiring kemunculan platform pesan instan.
“lol kominfo primitif njir, yakali penanggulangan JUDOL pk SMS, pk cara lain kek yg lebih efektif udh mana sms gtu doang, di notice jg kaga numpang lewat doang tu noif sms,” cuit akun @gatau_skip
“Nggak guna, kominfo bc pesan begitu ke pecandu sama aja kaya pesan operator diabaikan. Mana spam sms marketing jud0l bnyk lg,” cuit akun @xandrenanda.
Selain itu, pesan yang dikirimkan juga menjadi sorotan lantaran isinya jauh dari kata informatif. Bahkan, ada yang menyebut kalau pengiriman pesan singkat oleh Kemenkominfo ini hanya buang-buang anggaran.
“Pernah dibahas di kelas soal SMS kominfo yg nadanya selalu kek monolog. Biarpun soal bencana juga SMS nya cuma formalitas, macam tulisan di spanduk agustusan. Bukan yg informatif sebagaimana mestinya. Sms begini itu bisa ngasih informasi kek apa coba? Yg ada cuma ngabisin duit,” cuit akun @monikcwanki_
Baca Juga
Iklan Judi Online Kian Marak, Ketegasan Pemerintah Dinanti Masyarakat
“pertanyaan: Berapa TRILIUN-kah yang dikeluarkan oleh kominfo untuk mengirim seluruh sms tsbt?” cuit akun @jalaljyal
“Sms blast berbayar paling ngga 500 rupiah/sms dari 5 provider dikalikan jumlah nomor yg sudah beredar kemungkinan 10milyar lebih nomor ... Kira2 5T masih belum bsa nyusul sang senior 8T atau mungkin targetnya 8T, mending benerin parkiran gedung kominfo yg masih brantakan,” cuit akun @boikham.

