Jumat Berbagi, Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Warga Kampar
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunaikan salat Jumat di Masjid Abdullah bin Abbas di Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (31/5/2024). Selepas salat Jumat, Jokowi menyapa jemaah yang hadir dan membagikan sembako kepada sejumlah warga.
Momen hangat terjadi ketika Jokowi mengajak sejumlah warga makan siang bersama di sebuah rumah makan yang terletak di sebelah masjid. Beberapa warga turut serta mengajak anak-anaknya.
"Bagaimana makannya? Kok enggak habis?" ucap Presiden Jokowi menyapa warga seusai makan.
"Alhamdulillah, nanti dibungkus, Pak," seru salah satu warga.
Baca Juga
Telan Biaya Rp 4,83 Triliun, Ruas Tol Bangkinang–Koto Kampar Diresmikan Jokowi Jumat Ini
Makan siang tersebut menjadi sebuah pengalaman luar biasa bagi beberapa warga, termasuk Sumarni, yang merasa beruntung dapat makan siang bersama dengan Kepala Negara.
"Senang sekali dapat salam sama Bapak. Insyaallah untuk Bapaknya yang terbaik," ungkap Sumarni.
Senada, warga lainnya, Jafrel, juga tidak menyangka akan bisa makan siang bersama Presiden. Ia mengaku diajak makan siang saat sedang antre seusai Jumatan.
"Terima kasih banyak, mudah-mudahan sehat selalu, banyak rezekinya," ungkapnya.
Momen makan siang ini tidak hanya menunjukkan wujud nyata dari pesan persatuan yang disampaikan dalam khotbah. Ini adalah refleksi dari komitmen Presiden Jokowi untuk terus berada dekat dengan rakyat serta mendukung nilai-nilai kebersamaan dan kesatuan bangsa.
Jokowi diketahui meluangkan waktu menjalankan ibadah dan berinteraksi langsung dengan masyarakat saat kunjungan kerja (kunker) ke Riau, Jumat (31/5/2024). Jokowi melaksanakan salat Jumat di Masjid Abdullah bin Abbas di Kampar, Riau.
Khatib Jumat, yakni Kepala Kanwil Kemenag Riau Ustaz Muliardi, dengan imam Hamdani Rasyidi dan muazin Khaidir. Tema khutbah yang dibawakan adalah "Persatuan sebagai jati diri dalam bingkai NKRI."
Baca Juga
Jokowi Telepon Menteri Basuki saat Tinjau RSUD Sobirin Musi Rawas, Ada Apa?
Dalam khotbahnya, Ustaz Muliardi menekankan pentingnya persatuan bagi bangsa Indonesia yang heterogen. Khatib mengutip surat Ali Imran 103, yang mendorong umat Islam untuk menjaga kesatuan dan menghindari perpecahan.
"Substansi ayat tersebut menunjukkan betapa Allah SWT menghendaki setiap pribadi untuk bersikap toleran dan menjauhi perpecahan. Perpecahan akan melahirkan kerusakan, sedangkan persatuan akan mengantarkan pada keselamatan," ujar khatib.
Setelah salat Jumat, Presiden Jokowi langsung bertindak selaku imam untuk melaksanakan salat asar secara jama qasar. Tampak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan Pj Gubernur Riau SF Hariyanto turut serta.

