Mengenal Pastor Budi Kleden, Sosok Rendah Hati yang Ditunjuk Paus Jadi Uskup Agung Ende
JAKARTA, investortrust.id - Paus Fransiskus telah menunjuk Pastor Paulus Budi Kleden SVD, sebagai Uskup untuk Keuskupan Agung Ende (KAE). Mantan dosen STF St. Paulus, Ledalero, Flores itu menggantikan Mgr Vinsentius Sensi Potokota Pr yang meninggal dunia pada 19 November 2023.
Kepastian penunjukan Pastor Budi Kleden menjadi Uskup untuk Keuskupan Agung Ende, diumumkan Administrator Diosesan KAE, Pastor Yosef Daslan Moang Kabu Pr, Sabtu (25/5/2024).
Banyak respons positif, doa, dan juga harapan mengemuka usai pengankatan Pastor Budi Kleden tersebut. Menyusul penunjukkan itu, Pastor Budi harus meninggalkan jabatannya saat ini sebagai Superior Jenderal Societas Verbi Divini (SVD) dunia.
Penunjukan oleh Paus datang ketika Pastor Budi akan mengakiri periode pertama jabatannya sebagai pemimpin tertinggi SVD dunia pada 2024 ini. Sesuai ketentuan, jabatan ini diemban 6 tahun dan bisa terpilih kembali.
Banyak yang menyakini Pastor Budi, yang dikenal sebagai penulis produktif ini, akan dipilih kembali memimpin SVD, sebelum Tahta Suci Roma membuat keputusan penting ini.
Baca Juga
Paus Fransiskus: Industri Senjata ‘Ambil Untung dari Kematian’
Provinsial Societas Verbi Divini Brazil merespons pengangkatan Pastor Paul Budi Kleden SDV sebagai Uskup Agung Ende lewat flyer ucapan resmi konggregasi.
“Pe.Paulo Budi Kleden, SVD Superior general da conggregacao do verbo divino. E o novo Arcebispo de Ende Ilha de Flores Indonesia. Parabens!,” demikian pernyataan resmi Provincial SVD Brazil dalam bahasa Portugis.
“Pastor Paul Budi Kleden SVD, Pemimpin Umum Kongregasi Sabda Allah, telah diuntuk sebagai uskup yang baru, untuk Keuskupan Agung Ende, Flores, Indonesia. Selamat!”.
Pastor Charles Beraf SVD, pastor paroki Detukeli, Ende menilai Budi sangat layak mendapat kepercayaan baru ini. “Budi, dari kaca mata saya sejak dulu, layak menjadi uskup. Seorang yang rendah hati, cerdas, juga seorang yang bisa diajak untuk masuk ‘ke kebun’,” tulis Pastor Charles yang beredar melalui sejumlah grup percakapan.
Ungkapan “masuk kebun” menggambarkan pribadi Pastor Budi yang rendah hati akan siap melayani umat katolik Keuskupan Agung Ende. Pastor Charles juga berpandangan, Pastor Budi layak menjadi uskup KAE karena pernah “dibesarkan” dari rahim Keuskupan Agung Ende.
“(Budi Kleden) mengenyam pendidikan di STF Ledalero dan kemudian menjadi dosen pada almamater itu, ketika STF Ledalero masih ada dalam wilayah KAE, pernah menjadi anggota dewan Provinsi SVD Ende sebelum terpilih sebagai Superior Jenderal SVD,” demikian catatan Pastor Charles Beraf soal hubungan intens Budi Kleden dengan KAE.
Baca Juga
RI Siapkan Penyambutan Kedatangan Paus Fransiskus pada September 2024
Salah satu alumni STF Ledalero, Valens Daki Soo berkisah, ia sempat bertemu dalam kesempatan diskusi dengan Pastor Budi, pada 2018, ketika Pastor Budi Kleden berkesempatan pulang ke Indonesia di sela tugasnya sebagai pimpinan tertinggi SVD dunia. Meski menjadi orang Indonesia pertama dan orang Asia kedua yang memimpin SVD, Pastor Budi merespons kepercayaan itu dengan tetap rendah hati.
“Saya tetap bekerja seperti biasanya, hanya beda tempat dan jumlah orang yang harus diurus. Tak ada hal yang luar biasa, karena SVD sudah punya konstitusi, sistem kerja, dan spirit misioner yang perlu selalu diaktualisasi," ujar Valens mengenang respos Pastor Budi kala itu.
Jalan Pelayanan
Pastor Paul Budi Kleden lahir di Waibalun, Larantuka, Flores, NTT pada 16 November 1965. Setelah lulus SDK Waibalun, putra pasangan Petrus Sina Kleden dan Dorotea Sea Halan ini melanjutkan pendidikan ke Seminari San Dominggo, Hokeng, Larantuka, NTT
Dari San Dominggo, Paul Budi Kleden bergabung dengan konggregasi SVD tahun 1985 dan menempuh studi filsafat di Sekolah Tinggi Fisafat Katolik (STFK) St. Paulus, Ledalero, Sikka, Flores, NTT.
Dari Ledalero, Pastor Paul kemudian menmpuh studi teologi di Wina, Austria. Paul ditahbiskan menjadi imam 15 Mei 1993 di Austria. Setelah menjadi imam, ia menjadi pelayan umat Katolik sekitar tiga tahun.
Setelah menjadi pelayan umat sekitar tiga tahun, Pastor Paul mendapat tugas studi doktoral bidang teologi sistematik di Albert Ludwig’s University, Freiburg, Jerman. Gelar doktor bidang teologi mengantar Paul kembali ke almamaternya, STFK Ledalero, untuk menjadi dosen.
Pengabdiannya di wilayah Keuskupan Agung Ende menjadi kian intens ketika Pastor Paul dipercaya menjadi anggota dewan provinsi SVD Ende, periode 2005-2008. Para periode ini, ia sempat didaulat menjadi wakil provinsial SVD Ende.
Di tengah berbagai tugas untuk Provinsial SVD, Pastor Paul tetap mengajar dan produktif menulis. Konsistensinya di bidang pendidikan para calon imam diganjar mandat sebagai direktur program pasca sarjana di STF St. Paulus, Ledalero.
Namun tugas ini tak berlangsung lama, karena ada penugasan baru sebagai pimpinan tertinggi SVD dunia. Kepercayaan baru ini mengharuskan ia harus menetap di Roma, Italia sebelum ditetapkan sebagai Uskup Agung Ende.
“Syukur kepada Tuhan dan profisiat kepada Pater Budi, Superior General SVD, pemimpin tertinggi SVD sedunia, yang diangkat Paus Fransiskus menjadi Uskup Agung Ende,” ujar Valens.
Selain rendah hari, menurut Valens, Pastor Budi dikenal cerdas, ramah, pendengar yang baik, serta punya daya ingat luar biasa. Berbagai kakater itu membuat Pastor Budi mudah dekat dengan banyak orang.
Baca Juga
Kardinal Suharyo Sebut Kunjungan Paus Fransiskus Tegaskan Kedekatan Hubungan RI-Vatikan

