Gobel Ajak Parlemen Turki Dorong Kerja Sama Teknologi
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, mengajak parlemen Turki untuk mendorong pemerintah Indonesia dan Turki menjalin kerja sama erat di bidang teknologi.
Hal itu disampaikan Gobel saat menerima delegasi parlemen Turki yang berkunjung ke Indonesia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/5/2024). Dalam pertemuan itu, Gobel didampingi anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan. Sedangkan delegasi Turki dipimpin Ketua Delegasi Majelis Agung Nasional Turkiye untuk AIPA Osman Saglam yang didampingi Murat Cahid Cingi dan Muzeyyen Sevkin. Hadir pula Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan.
“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Turki dan juga menghadiri pameran teknologi Technofest di Turki. Saya menyaksikan sendiri kemampuan Turki di bidang teknologi. Karena itu penting sekali kedua negara menjalin kerja sama di bidang teknologi,” kata Gobel dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2024).
Baca Juga
Gobel Minta Pemerintah Fokus Lindungi Industri Kain Nasional
Gobel mengatakan, Turki tidak membeli teknologi dari negara lain, tetapi membangun sendiri kemampuannya dalam menguasai teknologi. Menurutnya, Indonesia perlu belajar strategi Turki agar memiliki kemandirian di bidang teknologi.
“Mereka selalu mengeklaim dari segi harga bisa lebih rendah dari China tetapi dari segi kualitas bisa lebih tinggi dari kualitas teknologi negara-negara di Asia. Mereka selalu menyatakan standar teknologinya mengikuti standar Uni Eropa. Tentu ini patut kita dalami,” katanya.
Saat menghadiri pameran teknologi Technofest, kata Gobel, Turki menjadikan anak-anak sekolah dari SD, SMP, dan SMA sudah dilibatkan secara aktif. Pemerintah Turki, katanya, bukan hanya hadir tetapi menjadi bagian dalam pameran tersebut. Untuk itu, selain kerja sama di bidang teknologi, Turki dan Indonesia seharusnya dapat menjalin kerja sama di bidang pendidikan.
“Selama ini kita mengenal istilah sister city, yaitu kerja sama antara satu kota dari satu negara dengan satu kota dari negara lain. Kita patut menjalin kerja sama sister school. Dengan demikian ada kerja sama antara institusi pendidikan di Indonesia dengan institusi pendidikan di Turki yang melibatkan semua komponennya. Mulai dari siswa, guru, dan juga tenaga administrasinya,” katanya.
Kerja sama antara Turki dan Indonesia ini, kata Gobel, penting untuk dilakukan karena kedua negara sama-sama beranjak dari negara berkembang. “Selama ini kerja sama selalu antara negara berkembang dan negara yang dari awal sudah menjadi negara maju. Padahal kita butuh sharing sebagai sesama negara berkembang. Bagaimana strateginya, apa langkah-langkahnya, dan apa syarat-syaratnya,” katanya.
Gobel mengingatkan hubungan kedua negara jangan hanya menekankan aspek politik dan bisnis saja tetapi juga harus menyentuh di level terdalam yaitu hubungan people to people dan heart to heart.
“Ini akan lebih langgeng dan berjangka panjang,” katanya.
Baca Juga
Industri Alat Kesehatan RI-Turki Jalin Kerja Sama Senilai US$ 10,5 Juta
Tawaran itu disambut baik oleh Osman Saglam yang berjanji akan membawa usulan Gobel ini di parlemen Turki untuk dibahas untuk kemudian didorong ke pemerintah. Osman Saglam mengatakan, kemajuan teknologi Turki dibuktikan dengan hadirnya produsen alat-alat rumah tangga bermerk Beco yang produsen terbesar di Eropa dan nomor dua di dunia. Beco memproduksi peralatan seperti microwave dan mesin cuci.
Industri elektronika Turki juga sudah mulai menguasai Eropa. Selain itu, Turki juga sudah mampu memproduksi pesawat tempur dan kapal perang sendiri.
“Kandungan lokal industri di Turki harus mencapai minimal 80%, termasuk untuk mesinnya,” katanya.
Sebagai perbandingan, ketentuan kandungan lokal di Indonesia, yang disebut dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), baru berada di angka minimal 40%.
