Apindo Akan Perluas Program GAS – KIPAS Stunting di 12 Provinsi Indonesia
“Kami mulai dengan yang sudah kita identifikasi sebanyak 12 provinsi, dan atas arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) fokus pada 5 provinsi di Pulau Jawa terlebih dahulu,” kata Shinta di Kantor DPN APINDO, Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Dia menambahkan, ekspansi program tersebut akan dilakukan pada awal Juni 2024. “Sekarang kita memiliki model yang sudah berjalan dan berhasil sebagai pilot. Kita sekarang berani untuk melakukan ekspansi dan scale up. Kalau memang hal ini bisa dibantu oleh pemerintah itu akan lebih cepat. Jadi kita melakukan bersama-sama agar lebih cepat jalannya,” tutur Shinta.
Program GAS - KIPAS STUNTING APINDO, menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja)StuntingApindoAxtonSalim, telah menunjukkan hasil yang memuaskan melalui proyek pilot di tiga provinsi, yaitu Serang, Bogor, dan Purbalingga.
Baca Juga
Ekonom Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Belum Maksimal Karena...
Dia menuturkan, program ini berhasil menurunkan prevalensi stunting, underweight, dan wasting pada anak balita melalui edukasi gizi, pemberian makanan bergizi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
“Saat ini Pilot di Kabupaten Bogor, Kota Serang dan Kabupaten Purbalingga ini telah menjangkau hampir 2300 penerima manfaat, di 35 puskesmas. Penurunan prevalensi KEK atau Kekurangan Energi Kronis pada ibu menyusui dari 33,4% menjadi 13,9% dan pada ibu hamil dari 19,6% menjadi 9%. Penurunan prevalensi stunting dari 26,4% menjadi 16,3%,” jelas Axton Salim.
Shanti pun menerangkan, perluasan program ini harus prudent dan melalui model yang berkelanjutan (sustain), karena hal ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Kuncinya itu keberlanjutan, jadi kita semua di sini senang mendukung. Mungkin kita sesuai arahan Menteri Kesehatan, di mana kita akan intensifkan modelnya bagaimana untuk akselerasi juga dengan bantuan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) untuk spesifik bagaimana nanti porsi programnya yang diambil oleh Kemenkes, dan mana yang kemungkinan APINDO lanjutkan. Ini kita bisa jadikan satu model yang efektif sehingga bisa mempercepat secara signifikan,” tutup dia.
Program GAS-KIPAS STUNTING merupakan langkah APINDO bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi (AIPGI) bersama mitra perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dengan mengikuti pedoman teknis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengatasi masalah stunting.

