Budi Gunadi Harap Prabowo Tak Salah Pilih Menteri Kesehatan dan Pendidikan
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin berharap presiden terpilih Prabowo Subianto tidak salah dalam memilih menteri kesehatan dan menteri pendidikan. Hal ini mengingat dua kementerian itu memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudukan Indonesia Emas 2045.
“Jadi Pak Prabowo, Pak Jokowi, kalau pilih menteri siapa pun terserah, tetapi menteri pendidikan dan menteri kesehatan jangan salah pilih,” kata Budi Gunadi di Kantor DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Yusril Ungkap Ada 2 Opsi jika Prabowo Ingin Tambah Kementerian
Budi Gunadi menyebut kesehatan lebih dahulu dibanding pendidikan. Hal ini karena kesehatan sudah dimulai dari kandungan, sedangkan pendidikan baru dimulai ketika anak berusia 4 atau 5 tahun.
“Karena pendidikan itu baru dimulai pada usia 4-5 tahun. Kesehatan mulai dari minus 9 bulan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Budi Gunadi menyampaikan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045 pendapatan nasional bruto (PNB) atau gross national income (GNI) harus menembus US$ 13.000 per kapita pada puncak bonus demografi, yakni 2030. Sementara itu, PNB Indonesia pada 2022 menurut Bank Dunia berada di angka US$ 4.580 per kapita.
Baca Juga
Ia pun menekankan, peran pengusaha sangat penting dalam menggapai cita-cita Indonesia Emas di tahun 2045.
“Kenapa saya butuh kalian (Apindo)? Indonesia mau jadi negara maju, negara emas. Jadi, negara maju itu gampang bagi (pandangan) orang ekonomi. Puncak demografi kita (Indonesia) di 2030, 6 tahun dari sekarang. Kalau dari 2030-2035 kita semua, para pemimpin perusahaan di Indonesia, gagal menembus GNI per kapita US$13.000, maka akan selamanya kita berada di middle trap income,” jelas Budi Gunadi.

