Prabowo Akan Membentuk ‘Presidential Club’, Begini Tanggapan Ketum PAN
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan angkat bicara soal rencana presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, membentuk presidential club (klub beranggotakan para mantan presiden RI sebagai wadah berdiskusi).
"Intinya, Pak Prabowo ingin agar para mantan presiden dapat secara teratur bertemu dan berdiskusi mengenai masalah-masalah strategis yang berkaitan dengan kebangsaan,” kata Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan, usai meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Rawa Kepiting, Jakarta Timur, Sabtu (4/5/2024).
Menurut Zulhas, melalui presidential club ini, Prabowo dapat intens berdiskusi dengan Presiden Jokowi, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga
Prabowo Ingin Bentuk Presidential Club untuk Diskusi dengan Jokowi, SBY, dan Megawati
Zulhas menyambut baik rencana pembentukan presidential club. Dia juga berjanji akan mendukung segala usulan Prabowo selaku presiden terpilih periode 2024-2029.
“Dengan senang hati kami dukung ya, terserah Bapak Prabowo. Beliau ini kan yang presiden terpilihnya," tutur Zulhas, politikus yang di kabinet Jokowi menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag).
Zulhas menolak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dukungannya terhadap usulan Prabowo itu. Dia hanya mengatakan, pembentukan presidential club memiliki tujuan yang baik untuk membangun bangsa dan negara.
Terpisah, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, membentuk presidential club bukan berarti mendirikan institusi atau lembaga baru. Presidential club adalah wadah dialog bagi Prabowo bersama presiden-presiden sebelumnya dalam membangun bangsa.
"Pak Prabowo perlu berdiskusi dengan Pak Jokowi terus-menerus, pun demikian perlu berdiskusi dengan Pak SBY, perlu berdiskusi dengan Ibu Megawati. Karena beliau-beliau ini yang saat ini masih bersama kita semuanya," papar Dahnil dalam keterangan video yang diterima, Minggu (5/5/2024).
Persatuan dan Rekonsiliasi
Dahnil menjelaskan, visi utama Prabowo adalah mengedepankan watak politik persatuan dan rekonsiliasi. Semangat keberlanjutan dan persatuan ini disimbolisasikan dengan silaturahmi dan dialog secara intens.
Prabowo, kata dia, ingin berdialog dan berdiskusi dengan para presiden terdahulu sebagai melanjutkan seluruh agenda pembangunan pada pemerintahan Prabowo-Gibran kelak.
"Semangat keberlanjutan yang dibawa Pak Prabowo itu perlu mendengar dari beliau-beliau yang pernah memimpin Indonesia. Dengan begitu, agenda keberlanjutan pembangunan Indonesia bisa dilakukan dengan baik," ujar dia.
Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan, dialog dan diskusi merupakan hal penting dalam menyikapi perbedaan sikap politik. Apalagi Indonesia menghadapi tantangan geopolitik yang tidak mudah.
Baca Juga
"Pak Prabowo sejak awal menyebutkan pentingnya persatuan, pentingnya keguyuban elite. Nah, inilah yang kemudian digunakan istilah presidential club. Jadi, bukan membangun institusi baru atau lembaga baru, bukan sama sekali," tandas dia.
Dia menekankan, presidential club hanya istilah untuk menggambarkan silaturahmi yang rutin dilakukan para mantan presiden dan presiden yang sedang memerintah. Presidential club sudah berjalan di sejumlah negara, di antaranya di Amerika Serikat (AS).

