Sebut Oppenheimer, Ilham Habibie Menekankan ICMI adalah Keseimbangan ImTak dan IpTek
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Tim Dewan Pelaksana Dewan TIK Nasional, Ilham Akbar Habibie mengatakan bahwa Iman dan Takwa (Imtak) sama pentingnya dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Hal ini Ilham tuturkan pada acara Halal Bihalal ICMI di Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Dalam kesempatan itu Ilham yang memberikan sambutan menjelang penghujung acara mengutip tema pada backdrop dengan sedikit berkelakar.
"Dan kalau menurut saya, sebagai orang ICMI, mohon maaf, ini yang namanya judulnya, masih ada yang kurang, "Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman dan Taqwa untuk Wujudkan Kemandirian Pangan. Cukup nggak sebagai orang ICMi, ya tidaklah. Kita tidak bisa mengesampingkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena bagaimana kita bisa memandirikan kita dari segi pangan kalau kita tidak kuasai yang namanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi." ujar Ilham Habibie yang disambut tawa hadirin.
"Jadi ini adalah inti, ini bukan karena saya orang Iptek. Itu adalah intinya ICMI; keseimbangan di antara ImTak dan IpTek. Itu yang membedakan ICMI dengan banyak organisasi Islam lainnya," lanjut Ilham.
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie (kiri), Ketua Umum ICMI Arif Satria dan Plt Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto (kanan) yang mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara Halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
"Karena kita selalu menekankan kemajuan kita sebagai umat, sebagai negara bahkan sebagai bangsa di Iptek. Nah Imtaknya ada fungsinya. Banyak orang bertanya kepada Bapak (Alm Presiden Habibie), bagaimana itu sebetulnya di antara Iptek dan Imtak? Nah bapak karena seorang insinyur, jadi sebagai insinyur kita selalu membuat satu telaahan ekstrem. Jadi begini, gimana kalau kita 0% Imtak dan 100% Iptek, atau sebaliknya 0% Iptek 100% Imtak. Kalau ada orang yang 0% Iptek, 100% Imtak dia mungkin orang yang tidak berdaya, dia aman dari banyak hal tapi dia tidak berdaya tidak bisa membuat banyak perubahan. Kalau orang yang 100%Iptek dan 0% Imtak, orangnya mungkin bisa berbahaya karena dia tidak punya tolok ukur apa yang benar, apa yang tidak benar karena etika dan moral yang sebagian besar diturunkan dari agama itu perlu kita punyai," tutur Ilham.
Ketua Tim Dewan Pelaksana Dewan TIK Nasional Ilham Akbar Habibie memberikan pandangannya tentang pentingnya ImTak dan Iptek pada acara Halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
"Bagi bapak ibu yang pernah nonton film Oppenheimer, saya kira itu salah satu tema seorang jenius seperti Oppenheimer yang menemukan banyak hal dalam fisika nuklir tapi akhirnya digunakan dalam kaitan bom yang mendatangkan hal yang tadinya tidak diinginkan. Ini seperti konflik yang kita punyai dalam hati kita. Bagaimana kita dapat mencapai suatu tujuan ke depan dengan baik menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kita membuat hal-hal yang salah yang bahkan tidak bermoril," kata Ilham.
Sederet tokoh hadir dalam acara ini seperti eks Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak yang datang belakangan.
Mantan Ketua Umum Muhammadiyah dan mantan Ketua MPR, Amien Rais (kedua dari kanan) hadir pada acara Halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Dua nama besar di Republik ini juga diundang namun keduanya, Presiden Joko Widodo dan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto berhalangan hadir.
"Bapak presiden juga sedang ada acara di luar kota bersama para menteri, sehingga berhalangan hadir ya dan kami memang mengundang tokoh-tokoh, untuk terus merajut silaturahmi," ketua Umum ICMI, Arif Satria menerangkan.
Halal bihalal dengan tema "Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Iman dan Taqwa untuk Wujudkan Kemandirian Pangan" dihadiri segenap pengurus dan anggota ICMI dari seluruh Indonesia termasuk profesor dari perguruan tinggi di tanah air.

