Sosok Ini Disebut Lebih Sulit Dihadapi Prabowo di Putaran Kedua Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang hari pemungutan suara pemilihan presiden (pilpres) pada 14 Februari 2024 mendatang, beberapa lembaga survei kredibel menunjukkan belum ada satu pasangan calon (paslon) capres-cawapres yang berhasil mencapai perolehan lebih dari 50% suara. Namun hampir seluruh lembaga survei kredibel menempatkan pasangan Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka sebagai capres-cawapres terkuat.
Menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JAArdian Sopa, apabila pilpres dapat berlangsung hanya dalam satu putaran, pasangan Prabowo-Gibran adalah yang paling berpeluang menang. Bahkan meskipun pilpres harus berlangsung dalam dua putaran, ia memprediksi Prabowo-Gibran menjadi satu-satunya pasangan yang dapat dikatakan hampir pasti melaju sebagai dua terbaik.
"Kalau dua putaran, Prabowo pasti lolos. Siapa yang berpeluang? Anies dan Ganjar akan saling mengalahkan," ungkap Ardian Sopa kepada Investortrust di The Convergence Indonesia, Senin (29/01/2024).
Ketika disinggung paslon mana yang akan lebih sulit dihadapi Prabowo-Gibran, hingga saat ini Ardian Sopa menyebut pasangan nomor urut 03 Ganjar-Mahfud memiliki potensi demikian.
Baca Juga
"Kalau dilihat dari survei, head to head Prabowo dengan Ganjar lebih kecil jika dibandingkan Prabowo dan Anies. Karena mungkin (Prabowo dan Ganjar) kubu yang sama. Tetapi yang penting juga buat dua paslon ini (Anies dan Ganjar), targetnya apa? Untuk menggelorakan pendukung dan mengkonsolidir pendukung," jelasnya.
Untuk masuk ke putaran kedua, setidaknya pasangan Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud minimal harus meraih 33,3% suara. Ia juga mengingatkan agar pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud untuk memaksimalkan waktu yang tersisa jelang pemungutan suara.
"Potensi suara Anies adalah yang tidak suka Jokowi. Kalau Ganjar momennya jangan lupa bukan hanya masuknya Gibran, serangan dari Ganjar sendiri terhadap Pemerintahan Jokowi sehingga ada penurunan 10% orang yang suka Pak Jokowi yang sebelumnya memilih Ganjar," ucapnya.
Baca Juga
Mungkinkah Prabowo-Gibran Menang Pilpres Satu Putaran? ini Hitung-hitungan LSI
Ia juga menambahkan, momentum debat terakhir dapat dimanfaatkan masing-masing paslon untuk memaksimalkan perolehan suara masing-masing.

