Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Kembali Ditutup Sementara
JAKARTA, investortrust.id - Bandara Sam Ratulangi di Manado Sulawesi Utara (Sulut) kembali ditutup sementara akibat erupsi Gunung Ruang.
Erupsi Gunung Ruang sempat membuat Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara pada 18 April 2024 kemarin. Selanjutnya, pada 22 April 2024 operasional bandara berlangsung normal karena aktivitas Gunung Ruang mulai menurun. Kini, bandara itu kembali ditutup sementara.
Penutupan sementara Bandara Sam Ratulangi ini karena erupsi Gunung Ruang yang terus berlangsung dan semakin membesar.
Baca Juga
"Letusan bersama awan panas semakin membesar dan semakin jauh jangkauannya sehingga berdampak pada sektor lain seperti bandara udara Sam Ratulangi di Manado Sulawesi Utara," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024).
Hendra menambahkan potensi bahaya saat ini yang perlu diwaspadai adalah erupsi yang menghasilkan awan panas, lontaran material pijar, dan paparan abu vulkanik yang bergantung pada arah dan kecepatan angin serta lahar bila hujan deras turun di sekitar Gunung Ruang.
"Masyarakat di sekitar Gunung Ruang dan pengunjung atau wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 7 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang. Masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang yang berada dalam radius 7 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 7 km," ujarnya.
Makin banyaknya material hasil erupsi yang dikeluarkan atau runtuhnya bagian tubuh gunung dan memasuki laut dalam volume tertentu cukup berpotensi untuk memicu terjadinya gelombang tsunami.
"Masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhnya tubuh gunung api ke dalam laut," terang Hendra.
Baca Juga
Gunung Ruang Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 5 Kilometer, Kembali Berstatus Awas
Aktivitas Gunung Ruang terus berfluktuasi, pasca erupsi paroksimal tanggal 17 April 2024, aktivitas erupsi mengalami penurunan. Pada tanggal 22 April 2024 pukul 09.00 WITA, tingkat aktivitas Gunung Ruang diturunkan dari level IV atau awas ke level III atau siaga dan dinaikkan kembali hari ini menjadi level IV.
Data kegempaan tanggal 29 April 2024 sampai pukul 24.00 Wita yang tercatat melalui stasiun RAPS adalah 15 kali gempa guguran, 237 kali gempa vulkanik dangkal, 425 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa tektonik lokal, dan 6 kali gempa tektonik jauh.

