Gempa M 6,5 Guncang Garut, Terasa hingga Jakarta dan Malang
JAKARTA, investortrust.id - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,5 mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat Sabtu (27/4/2024) malam sekitar pukul 23.29 WIB. Gempa dirasakan hingga Jakarta dan Malang.
"Gempa! Jakarta terasa sekali. Di mana pusat gempa?" kata dokter Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa melalui akun Twitter atau X pribadinya, @DokterTifa.
"Gempa Jakarta, dapat kamar di hotel lantai 11. Apes enggak tuh turun 11 lantai malam-malam. Kira-kira ada gempa susulan enggak ya? @infoBMKG ," tulis akun Twitter @topiksudirman.
Akun Twitter BMKG, @infoBMKG menyebut gempa terjadi pukul 23.29 WIB. Pusat gempa berada di 8,42 lintang selatan, 107,26 bujur timur, tepatnya di 151 barat daya Kabupaten Garut atau sekitar 151 km barat daya Kabupaten Garut di kedalaman 10 km.
"Gempa magnitudo 6,5, 27 April 2024 23.29.47 WIB," tulis @infoBMKG.
Baca Juga
Pasca Gempa Sulawesi Barat, Jokowi Resmikan 147 Bangunan dan 3 Ruas Jalan Daerah
BMKG menyatakan, gempa Garut terasa hingga Sukabumi dan Tasikmalaya dengan intensitas skala modified Mercalli intensity (MMI) IV. Skala IV MMI bermakna pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Selain Sukabumi, gempa dengan intensitas III-IV MMI juga dirasakan di Bandung dan Bogor. Skala III MMI bermakna getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Gempa dengan intensitas III MMI dirasakan warta Tangerang, Jakarta, Kebumen, Banyumas, dan Cilacap.
Bahkan, warga Bantul, Sleman, Kulonprogo, Trenggalek, dan Malang merasakan gempa Garut dengan intensitas II MMI yang bermakna getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG menyatakan gempa Garut tidak berpotensi tsunami. Hal itu dikatakan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi terjadi tsunami,” katanya.
Dijelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” kata dia.
Baca Juga
Daryono mengatakan tidak ada aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 23.55 WIB. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang mudah rusak atau retak ketika terjadi gempa.
“Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

