Kebudayaan Adalah Fondasi Penting dan Inti Pembangunan
JAKARTA, investortrust.id - Jadi salah satu tema debat terakhir, isu kebudayaan dianggap oleh sejumlah kalangan cenderung tidak strategis bahkan kurang populis. Namun Antropolog UI Yasmine Zaki Shahab berpandangan lain.
Menurut Yasmine, kebudayaan mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan manusia. Bahkan kebudayaan merupakan salah satu inti (core) dari berlangsungnya pembangunan.
"Tidak ada pembangunan yang tidak melibatkan manusia. Sejauh mana kebudayaan menjadi faktor pembangunan? Ya dia merupakan faktor yang amat penting, merupakan core," ucap Yasmine kepada investortrust.id, Sabtu (03/02/2024).
Senada dengan Yasmine, pemerhati budaya Panji Gozali juga menempatkan kebudayaan seharusnya menjadi isu prioritas nasional.
"Kebudayaan merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional sebab kebudayaan adalah seperangkat nilai hidup mencakup agama, filsafat, seni dan ilmu serta kebiasaan yang ada di dalam diri manusia sebagai bagian dari kelompok masyarakat," jelasnya (03/02/2024).
Lebih jauh ia berujar, dalam konteks penentu keberhasilan pembangunan nasional, kebudayaan menjadi akar atau pondasi sebuah bangsa dalam membangun peradaban.
Panji memiliki berbagai catatan khusus kepada capres-cawapres yang akan memimpin pemerintahan selanjutnya. Ia berharap agar ke depan pemerintah dapat terjun langsung dalam proses kebudayaan itu sendiri.
"Pembuat kebijakan harus mau turun langsung dalam proses kebudayaan tanpa melulu mengandalkan pihak-pihak yang secara sadar hanya sekadar membuat data lapangan semata tanpa mampu memahami rasa dari kebudayaan itu sendiri," ucapnya.
Panji juga mengingatkan agar hasil-hasil riset, musyawarah maupun seminar yang telah ada harus menjadi rujukan utama pemerintah dalam melakukan perencanaan pembangunan.
"Tentunya semua itu berlandaskan asas kebudayaan. Untuk itu pihak terkait mesti memahami betul tentang apa itu kebudayaa sebelum merencanakan dan melakukan segala hal," terangnya.
Merdeka Belajar
Lebih lanjut, Panji yang juga sebagai Alumnus Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menilai konsep 'Merdeka Belajar' harus menjadi perhatian utama dalam jangka panjang. Sebab menurut Panji, pendidikan adalah kunci untuk dapat mengkonsumsi serta memproduksi sebuah kebudayaan.
"Merdeka belajar secara merata harus terlepas dari tendensi kepentingan tertentu dan bebas dari permasalahan sektoral nonsubstansial yang dapat mengurangi esensi dari Merdeka Belajar itu sendiri," imbuhnya.
Sementara dalam jangka pendek, Panji menyebutkan pemerintah dapat mengaktualisasi program-program kebudayaan yang dapat dirasakan langsung oleh para pelaku di masing-masing sektor budaya.
"Program yang muncul kemudian harus berdasarkan pemetaan hasil riset kebutuhan para pelaku budaya," tandasnya.
Selain itu, ketika disinggung apakah sektor kebudayaan menjadi industri yang dapat berkontribusi terhadap PDB, Panji meyakini hal itu sangat potensial. "Jika bicara tentang hasil budaya mungkin iya. Tetapi kebudayaan pada dasarnya tidak dapat masuk industri karena industri bagian dari kebudayaan itu sendiri," pungkasnya.
Panji Gozali saat ini aktif sebagai Sutradara pada kelompok Teater Moksa. Sebagai seniman sekaligus pemerhati budaya, ia telah menerbitkan 11 judul buku dan memproduksi 9 pementasan teater.

