Debat Kelima Pilpres 2024 Bisa Pengaruhi Keterpilihan Capres, jika...
JAKARTA, investortrus.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar debat kelima Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Dalam debat terakhir ini, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo akan beradu visi, misi, dan program dengan tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Masing-masing capres diyakini bakal all out di debat malam ini karena menjadi ajang terakhir untuk beradu gagasan dengan rivalnya secara langsung di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyatakan, debat pamungkas ini dapat mempengaruhi keterpilihan atau elektabilitas capres. Hal itu terjadi jika ada capres yang membuat kesalahan atau blunder telak.
"Debat itu sekali lagi bisa berpengaruh jika kalau ada yang kalah telak atau bikin blunder telak. Bikin kesalahan mutlak," kata Djayadi Hanan kepada Investortrust.id beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Serba-serbi Debat Kelima Pilpres 2024 Malam Ini: Ada Tambahan Waktu dan Link Live Streaming
Namun, Djayadi mengatakan, dalam debat Pilpres 2024 yang telah berlangsung empat kali, tidak ada capres atau cawapres yang melakukan kesalahan atau meraih kemenangan telak. Hal ini membuat debat tak berdampak signifikan terhadap peta elektoral capres-cawapres
"Kalau tidak ada yang kalah telak atau melakukan blunder maka debat tidak akan terlalu banyak berpengaruh," katanya.
Djayadi menjelaskan, kelompok yang bisa dipengaruhi oleh debat adalah pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters yang saat ini jumlahnya sekitar 6% hingga 10% dan pemilih mengambang atau swing voters. Namun, kata Djayadi persoalannya adalah hanya sedikit dari kelompok pemilih tersebut yang menonton debat.
"Tak sampai 5% dari mereka yang menonton debat," katanya.
Djayadi mengatakan, sebagian besar penonton debat adalah mereka yang sudah menentukan pilihan. Untuk itu, hasil survei pascadebat umumnya menggambarkan elektabilitas capres.
"Maka kalau ditanya siapa yang menang debat, tergantung (pilihan responden), kecuali kalau menonjol banget seperti misalnya debat capres pertama. Di situ, walaupun yang menonton partisan, kalau ditanya siapa yang tampil paling baik, memang Anies lebih unggul, tetapi ketika ditanya siapa pilihan mereka, balik lagi. Tidak ada pengaruhnya," paparnya.
Selain itu, Djayadi kecil kemungkinan capres melakukan kesalahan atau blunder fatal dengan format debat saat ini. Hal ini mengingat debat di Indonesia sangat kaku dengan waktu bicara sangat terbatas.
"Kalau ada kandidat yang tiba-tiba emosi, mau marah kan dia cuma punya kesempatan bicara dua menit. Baru mau sampai ke puncak kemarahannya bel berbunyi. Jadi agak sulit orang melakukan kesalahan terlalu berat di debat.
Baca Juga
Tema Inklusi di Debat Capres, Inklusivitas di Indonesia Masih Rendah
Menurut Djayadi, format debat di Indonesia didesain adem dan bahkan lebih mengarah pada lomba cerdas cermat. Momen capres-cawapres melakukan kesalahan fatal atau memancing emosi lawan hanya terjadi saat sesi tanya jawab.
"Tetapi kan cuma dua segmen dan waktunya dibatasi. Sejauh-jauhnya jawab paling dua menit. Mau ngomong apa dua menit," katanya.
Debat kelima Pilpres 2024 atau debat terakhir capres malam ini dapat disaksikan melalui YouTube Investortrust.id.

