Antisipasi Kemacetan di Lebaran 2024, Korlantas Polri Siapkan Langkah Ini
JAKARTA, investortrust.id – Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) menyebutkan langkah-langkah antisipasi kemacetan lalu lintas Lebaran 2024 di beberapa titik yang akan diamankan. Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Eddy Junaedi menjelaskan, potensi titik-titik kemacetan berada di KM 25, KM 48, KM 87, dan KM 152 Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) yang akan diberlakukan one way dan contra flow.
“Terutama di KM 25 dan KM 152 itu ada pertemuan arus, terus di KM 48 dan KM 87 ada bottleneck (penyempitan jalan). KM 36 akan menjadi titik awal kita melakukan contra flow. Sebelum kita ke KM 47, apabila nanti kepadatan sudah mulai turun, kita buka lagi di KM 36 sesuai SKB,” jelas Eddy di Menara Astra, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2024).
Adapun pelaksanaan one way dan contra flow yang akan diberlakukan oleh Korlantas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H.
Baca Juga
Ini Strategi Polri untuk Cegah Macet dan Kecelakaan pada Mudik Lebaran 2024
“One way akan dilaksanakan dari KM 72 tol Cipali (Cikampek-Palimanan) sampai dengan KM 414 gerbang tol Kalikangkung, ini untuk one way nasional. Sedangkan one way lokal di Jawa Tengah itu, dilaksanakan mulai KM 422 sampai dengan KM 442 tol Semarang-Bawen,” ujar Eddy.
Langkah selain one way dan contra flow, lanjut Eddy, adalah buka-tutup lajur serta pengalihan arus. Intervensi rekayasa itu dilakukan agar masyarakat tidak terjebak kemacetan, dan kemungkinan terjadinya vatalitas akan lebih tinggi.
“KM 152 tol Cipali merupakan pertemuan arus yang ada di Cisumdawu. Nanti kita akan tempatkan pos polisi di situ. Kita lakukan kanalisasi, sehingga tidak crossing. Sehingga yang dari jalur Cipali nanti bisa diperlambat, dan yang dari arah Cisumdawu masuk ke Cipali Utama juga bisa masuk dengan lancar,” tambah dia.
Pemudik dari Arah Timur Ke Barat
Eddy menerangkan, untuk pemudik yang datang dari arah timur ke barat tetap akan disediakan lajur. Contohnya, di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) akan disiapkan 2 lajur untuk kendaraan yang datang dari arah timur, sedangkan yang dari barat ke timur hanya menggunakan 1 lajur ditambah 1 bahu jalan.
Baca Juga
“Tetapi kalau masih normal atau masih memungkinkan yang dari barat ke timur one way dan contra flow-nya, kita masih gunakan 2 lajur (tidak memakai bahu jalan),” tutur Eddy.
Eddy memberikan contoh pemudik dari Bandung ke arah Jakarta. “Kalau misal Japek KM 66-nya padat sampai dengan KM 48-nya padat, kita ‘buang’ (alihkan) di (tol) Japek II Selatan. Jadi, nanti dikeluarkan di Sadang, lalu masuk Japek II Selatan, dan nanti bisa masuk tol lagi di Karawang Barat,” pungkas dia.

