Anies Nilai Kinerja Kemenhan 11 dari 100, Wamenhan: Tidak Fair!
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menyebut penilaian capres nomor urut 1, Anies Baswedan terhadap kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tidak fair. Sebelumnya, Anies memberikan nilai 11 dari 100 kepada kinerja Menhan Prabowo dalam debat capres, Minggu (07/01/2024) lalu.
Herindra menegaskan, Kemenhan saat ini sudah berjalan di jalur yang tepat menuju perbaikan kinerja.
"Ketika kami kemarin mendapatkan penilaian 11/100 saya agak terpukul juga. Saya pikir itu kurang fair," ungkap Herindra di Media Center Indonesia Maju, Jakarta Pusat, Jumat (12/01/2024).
Herindra juga membantah Kemenhan di era Prabowo tidak melakukan pengelolaan anggaran dengan baik.
"Kita dalam pengelolaan anggaran sangat transparan, selama ini kita diaudit oleh BPK. Tiga tahun berturut-turut mendapatkan predikat WTP," ujarnya.
Dalam diskusi yang diselenggarakan di Media Center Indonesia Maju tersebut, Herindra juga menyebut beberapa capaian Kemenhan di era kepemimpinan Prabowo. Sejumlah alutsista berhasil diakusisi oleh Kemenhan, meski tidak akan datang dalam waktu dekat.
"Kita membeli dua squadron rafale, brand new itu. Itu nanti operasional full gear beberapa tahun yang akan datang. Mungkin Pak Menhan sudah tidak menjadi Menhan lagi, tetapi itu nanti kelihatan (apa yang dikerjakan Menhan sekarang)," sebut Herindra.
Selain akuisisi alutsista, Herindra juga mengeklaim Kemenhan di bawah kepemimpinan Prabowo juga berhasil melakukan peremajaan terhadap beberapa kapal perang Republik Indonesia (KRI).
"Belum lagi refreshment beberapa KRI. Selama ini banyak kapal-kapal mangkrak karena keterbatasan anggaran, oleh Pak Menhan dihidupkan semua," tambah Herindra.
Dalam setiap pengadaan alutsista, Herindra mengaku Menhan Prabowo selalu melibatkan Defend ID -holding BUMN Industri Pertahanan- sebagai upaya mengejar terget kemandirian industri pertahanan
"Termasuk juga pengadaan-pengadaan diserahkan kepada Defend ID. Supaya apa? Supaya ada kemandirian industri pertahanan," terang Herindra.
Ia juga mengatakan Kemenhan di era kepemimpinan Prabowo sudah berjalan on track. Baik soal akuisisi alutsista, alih teknologi hingga dalam hal menyiapkan SDM penunjang.
"Saya pikir kita sudah on the right track, kalaupun ada satu dua yang masih kurang, itu tetap kita akan lakukan penyempurnaan dan melakukan yang terbaik dalam rangka menjaga kedaulatan negara yang sama-sama kita cintai," tegas Herindra.

