Airlangga: Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Butuh Kerja Sama Swasta
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah telah menggelar program pelatihan sumber daya manusia untuk meingkatkan skill tenaga kerja, salah satunya lewat program Prakerja. Di luar itu, lewat kerja sama dengan pihak swasta, sejumlah program pelatihan sumber daya manusia pun diadakan.
Pemerintah telah mendirikan digital center di KEK Nongsa Batam serta Apple Academy. Pemerintah juga menggelar program Kampus Merdeka yang salah satunya bekerja sama dengan IBM Academy yang menawarkan kelas pembelajaran untuk Hybrid Cloud dan Artificial Intelligence (AI).
“Pemerintah sudah mengeluarkan super deduction tax, karena kami tidak bisa bergerak sendiri, melainkan perlu kerja sama dengan swasta,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Diseminasi Riset Prakerja bertema “Continuous Improvement, Evidence-driven Decision Making”, di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga
Akan tetapi, pusat pelatihan tersebut mempunyai kapasitas atau kuota yang terbatas, sedangkan melalui Prakerja sudah bisa melatih jutaan secara daring. Hal itu sejalan untuk merespon tren kerja hybrid, misalkan alumni Prakerja, terutama yang perempuan banyak yang bekerja remote sebagai web designer dan customer service.
Terkait skill-first policies, menekankan pengembangan skill sebagai yang utama untuk dapat bekerja dengan baik di tempat kerja, walaupun tidak melepaskan pentingnya unsur pendidikan atau gelar.
Prakerja merupakan eksperimen yang berhasil menjawab tiga poin utama terkait kebijakan Pemerintah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan skill masa depan angkatan kerja Indonesia, yaitu skill-first policies, yaitu fokus pada keterampilan bukan gelar atau degree, kemudian mendukung cara kerja hybrid (kombinasi WFO dan WFH), dan mengembangkan keterampilan Artificial Intelligence (AI).
Menko Airlangga menceritakan bagaimana awal Kartu Prakerja yang dimulai tanpa definisi, hanya berdasar kepada penugasan dari Presiden untuk membuat program pelatihan untuk jutaan orang secara digital/daring, sehingga harus dibuat startup Kartu Prakerja dari awal. Namun, progres Program Kartu Prakerja terkendala dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga programnya diubah menjadi semi-bansos.
Baca Juga
“PMO Kartu Prakerja adalah yang pertama kali bersifat digital secara servisnya. Selain itu, champion itu penting yakni orang bisa menjaga/mengawal program ini berjalan. Ini selalu dilakukan Pemerintah, kebetulan Kemenko Perekonomian cukup persisten, selain Kartu Prakerja kami juga mengawal pembuatan Undang-Undang Cipta Kerja. Jadi, yang penting adalah resiliensi sama seperti kita membangun startup,” tutup Menko Airlangga.
Turut hadir dalam acara ini yaitu Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Staf Khusus Menko Perekonomian, Direktur Eksekutif PMO Prakerja, Guru Besar FEB UI, Dekan FEB UI, ADB Country Director for Indonesia, Head of Public Policy and Economic Graph LinkedIn Southeast Asia, dan CEO Pintarnya.

