Singgung Perang dan Dampak Perubahan Iklim, Presiden Jokowi: Serba Dadakan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung dampak perang dan perubahan iklim yang sangat mendadak terhadap perekonomian dunia. Dia menyebut perang di Ukraina dan Gaza terjadi secara tiba-tiba.
“Peningkatan tensi geopolitik semua dadakan. Perang Ukraina, nggak ada angin nggak ada hujan tahu-tahu perang. Gaza nggak ada hujan nggak ada angin tahu-tahu perang,” kata Jokowi saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023, Rabu malam (29/11/2023).
Jokowi berandai-andai, bila kondisi konflik bisa dibicarakan terlebih dahulu. Ini agar negara-negara yang terdampak bisa bersiap.
Baca Juga
“Semua inginnya, negara kalau mau perang memberitahu dulu. Agar kita bisa siap-siap apa yang perlu disiapkan,” kata dia.
Jokowi mengatakan tensi geopolitik telah berdampak terhadap ekonomi Indonesia, terutama pada harga di sektor pangan dan energi. Untuk mencari tahu bagaimana akhir dari konflik, Jokowi menyebut rutin menghadiri konferensi dan pertemuan internasional.
“Ingin mendengar, ini (konflik) mau lari ke mana, perang masih lama atau besok bisa berhenti,” ucap dia.
Jokowi menyebut dirinya mengunjungi Arab Saudi dua kali dalam dua pekan. Langkah ini ingin memastikan berakhirnya konflik Israel dan Palestina.
Baca Juga
Memasuki Tahun 2024, BI Ungkap Kondisi Ekonomi, Inflasi, dan Nilai Tukar Begini
“Tetapi di akhir summit, saya dalam hati menyimpulkan bahwa memang perangnya tidak mungkin disetop dalam waktu dekat,” ujar dia.
El Nino yang Mendadak
Selain perang, Jokowi juga menyinggung dampak secara tiba-tiba dari perubahan iklim. Menurutnya, pada masa terdahulu dampak dari perubahan iklim belum begitu terlihat.
“Tapi sekarang kita sudah betul-betul kita rasakan dan dampaknya ke mana-mana,” ujar dia.
Jokowi mengatakan perubahan iklim membuat produksi pangan di Indonesia mengalami penurunan. Dia menyebut 22 negara tiba-tiba membatasi ekspor pangan.
“Dadakan lagi ini. Dulu impor beras, semua negara menawarkan. Sekarang, 22 negara membatasi ekspor pangan,” ucap dia.
Meski kondisi begitu rumit, Jokowi bersyukur karena ekonomi Indonesia dapat tumbuh dan stabil di kisaran 5%. Jokowi mengaku bangga dengan capaian ini.
“Kalau berbicara dengan kepala negara lain, kita bangga banget lho, dengan pertumbuhan ekonomi kita, di kisaran 5% meskipun kita lihat, kadang-kadang di bawah,” ujar dia. (CR-7)

