Kecelakaan di 2023 Naik 6,8% dibanding Tahun Lalu, Didominasi Sepeda Motor
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Ketua Umum Bidang Keselamatan Transportasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rivan A Purwantono menyebut, angka kecelakaan di sepanjang 2023 mencapai 116 ribu, meningkat 6,8% dibandingkan tahun lalu.
“Jadi kecelakaan masih didominasi hampir 70% oleh sepeda motor. Ada beberapa kecelakaan yang menonjol bahkan melibatkan beberapa kendaraan. Kemudian (kecelakaan paling banyak) yang kedua masih angkutan berat, lalu angkutan umum,” kata Rivan dalam Konferensi Pers Catatan Akhir Tahun MTI 2023, Rabu (27/12/2023).
Rivan menjelaskaan, kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi sebagian besar disebabkan oleh faktor pengemudinya alias kelalaian manusia, dan bukan karena kondisi jalan. Bahkan, para pengendara sepeda motor disebutnya masih banyak yang tidak menggunakan helm sehingga kecelakaan berakibat fatal.
“Rata-rata penyebab kecelakaan adalah tabrakan berhadapan, jadi hampir mayoritas, 45 ribu dari 116 ribu itu bertabrakan depan dengan depan. Ini menjadi penting karena itu merupakan kelalaian, kemudian juga melawan arus,” beber Rivan.
Baca Juga
Polri Catat 231 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Libur Natal 2023
Lebih lanjut Rivan memaparkan, jika melihat dari profilnya, sekitar 40% korban kecelakaan adalah usia produktif (25-40 tahun). Selain itu, lebih dari 65% korban kecelakaan adalah laki-laki.
Sementara mengenai wilayah yang paling banyak terjadi kecelakaan didominasi oleh Provinsi Jawa Timur dengan sekitar 25 ribu kasus. Kemudian di urutan kedua adalah Jawa Tengah dengan 22 ribu kecelakaan, lalu Jawa Barat 10.700 kecelakaan.
“Jadi kecelakaan ini didominasi Jawa Timur karena sebaran kendaraan di sana paling banyak. Ada sekitar 19 jutaan kendaraan di Jawa Timur dan didominasi oleh sepeda motor,” terang Rivan.
Selain itu, Rivan mengatakan, terjadi peningkatan kecelakaan yang cukup drastis di Provinsi Bali dan Kalimantan Timur. Ini lantas menjadi perhatian MTI karena di daerah-daerah yang mungkin sedang berkembang termasuk daerah wisata, ternyata mengalami peningkatan angka kecelakaan.
Baca Juga
Polri: 270 Kecelakaan Terjadi Saat Natal, 29 Orang Meninggal Dunia
“Bali hampir dua kali lipat terjadi kecelakaan lebih banyak dibanding tahun lalu. Kaltim naik 24%,” ujarnya.
Kendati demikian, disebutkan Rivan, ada juga sejumlah wilayah yang telah melakukan perbaikan penanganan kecelakaan. Salah satu contoh yang padat penduduk dan berhasil menekan angka kecelakaan adalah Yogyakarta.
Rivan menyebut, angka kecelakaan turun hampir 17% di Yogyakarta. Ia menilai penanganan di Yogya dan terutama di daerah-daerah perlintasan, seperti perlintasan provinsi, Yogya ke Bantul, Yogya ke Sleman, dan sebagainya, sudah berjalan dengan baik.

