Anies Baswedan: Pertahanan Indonesia Hadapi Tantangan yang Tidak Kecil
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkapkan, pertahanan Indonesia menghadapi tantangan yang tidak kecil. Pasalnya, menurut Anies, dalam beberapa tahun terakhir sebanyak 160 ribu orang meninggal karena serangan virus.
"Bukan meninggal karena serangan militer, tapi meninggal karena serangan virus. Handphone kita, komputer kita diserang oleh cyber attack, lebih dari 800 juta cyber attack," ujar Anies dalam acara debat kedua calon presiden di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu juga menyampaikan, lebih dari 3.000 ribu orang menjadi korban perdagangan manusia dan korban perdagangan anak.
Baca Juga
Anies Kembali Serang Prabowo Soal Penggunaan Utang untuk Pembelian Alutsista Bekas
Selain itu, terkait tantangan pertahanan ini, Anies membeberkan, narkoba juga menjadi salah satu tantangan.
"Dan narkoba menyerbu Indonesia, sebanyak 4,8 juta orang terpapar narkoba. Keluarga-keluarga kita menderita karena narkoba dan itu pedih sekali," jelasnya.
Tidak hanya itu, Anies juga bilang pencurian ikan dan pencurian pasir juga terjadi di Indonesia. Sehingga, menurutnya Indonesia mengalami kebobolan.
Baca Juga
"Dan lebih jauh lagi, ironisnya, Kementerian Pertahanan menjadi kementerian yang dibobol oleh hacker di 2023," tegasnya.
Oleh karena itu, Anies bersama pihaknya akan mengembalikan dan memperbaiki hal tersebut.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Punya Kekuatan Militer agar Tak Ditindas seperti Gaza

