Profil 11 Panelis Debat Ketiga Pilpres 2024
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan 11 nama yang menjadi panelis debat ketiga Pilpres 2024 yang bakal digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kedua capres ini akan mengangkat tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, geopolitik, globalisasi, dan politik luar negeri.
Para panelis merupakan pakar yang memiliki latar belakang dan kompetensi yang berkaitan erat dengan isu-isu pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan juga politik luar negeri. Ke-11 panelis sudah menjalani karantina di sebuah tempat di Jakarta sejak Jumat (5/1/2024) malam. Mereka akan merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo dalam debat besok.
"11 panelis yang sudah menyatakan kesediaan dan nanti akan mengikuti karantina dalam rangka merumuskan pertanyaan-pertanyaan debat," kata anggota KPU, August Mellaz di kantor KPU, Jakarta, Jumat (5/1/2024).
Berikut profil 11 panelis debat ketiga Pilpres 2024:
1. Angel Damayanti
Angel Damayanti merupakan guru besar bidang keamanan internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI). Mengutip laman damayantiangel.wordpress.com, Angel menempuh pendidikan sarjana di UKI dan melanjutkan pendidikan master di Universitas Indonesia (UI).
Dia juga mengambil pendidikan master bidang strategic studies/international studies dan counter terrorism di S Rajaratnam School of International Studies, Graduate School of Nanyang Technological University Singapore. Setelah itu, Angel melanjutkan pendidikan doktor di National University of Singapore pada 2013 dan Institute of Post Graduate Studies, Universiti Sains Malaysia pada 2017.
Baca Juga
Saat ini, Angel menjadi dosen hubungan internasional di FISIP UKI dan juga dosen di program doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK). Selain itu, dia juga peneliti senior di Center for Security and Foreign Affairs (Cesfas) UKI.
2. Curie Maharani Savitri
Berdasarkan informasi dari website ir.binus.ac.id, Curie merupakan dosen Hubungan Internasional sekaligus ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Bina Nusantara (Binus).
Curie meraih gelar sarjana jurusan hubungan internasional di Universitas Indonesia pada 2002. Dia kemudian menempuh pendidikan S-2 dan memperoleh predikat cum laude di jurusan manajemen pertahanan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2007. Selanjutnya, Curie juga meraih gelar Ph.D dalam manajemen pertahanan dan kepemimpinan dari Cranfield University pada 2016.
Sebelum bergabung dengan Binus, Curie telah aktif menangani isu-isu manajemen pertahanan di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Sekolah Kajian Internasional S. Rajaratnam.
3. Evi Fitriani
Evi merupakan guru besar ilmu hubungan internasional Universitas Indonesia (UI) . Mengutip informasi dari website Departemen Hubungan Internasional FISIP UI, Evi Fitriani menempuh pendidikan S1 ilmu hubungan internasional di Universitas Indonesia. Evi kemudian memperoleh gelar magister dari Universitas Leeds dan dari Universitas Ohio, serta gelar doktor dari Universitas Nasional Australia.
4. Hikmahanto Juwana
Hikmahanto Juwana merupakan guru besar hukum internasional di Universitas Indonesia (UI) dan juga rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Bandung. Setelah meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto kemudian memperoleh gelar magister hukum internasional dari Universitas Keio dan gelar doktor dari Universitas Nottingham.
5. I Made Andi Arsana
Andi merupakan ahli aspek geospasial hukum laut Universitas Gadjah Mada (UGM). Mengutip laman website UGM, Andi Arsana adalah dosen sekaligus peneliti di Departemen Geodesi UGM. Dia memperoleh gelar Ph.D dari Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS) Universitas Wollongong.
6, Ian Montatrama
Ian merupakan dosen hubungan internasional, dan ahli keamanan dan pertahanan Universitas Pertamina. Mengutip laman situs Universitas Pertamina, Ian menempuh pendidikan S1 manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1999. Ian kemudian mengambil pendidikan magister di European Business (M.E.B.), EDHEC Lille, Prancis pada 2000-2001, dan program pascasarjana dalam strategi perang total (SPS) Universitas Pertahanan (Unhan).
Pada 2017, Ian memperoleh predikat cum laude saat menempuh pendidikan program doktor dalam hubungan internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.
Baca Juga
7. Irine Hiraswari Gayatri
Irine merupakan peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Irine menerima gelar magister dari Departemen Penelitian Perdamaian dan Konflik Universitas Uppsala, Swedia. Irine saat ini merupakan kandidat Ph.D di Pusat Gender, Perdamaian, dan Keamanan Universitas Monash, Australia.
8. Kusnanto Anggoro
Kusnanto merupakan pakar keamanan Universitas Pertahanan (Unhan). Kusnanto juga penasihat senior menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan (menko pmk) bidang hubungan internasional sekaligus ketua Komite Pejabat Senior Komunitas Sosial Budaya ASEAN.
9. Laksamana TNI (Purn) Marsetio
Marsetio merupakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) periode 2012-2014. Dia juga Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan. Marsetio merupakan lulusan terbaik AAL Bumimoro, Surabaya, pada 1981. Sebelum menjabat sebagai Kasal, doktor lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut menjabat wakil Kasal (Wakasal).
Selama berdinas di TNI AL, Marsetio menyempatkan diri berbagi ilmu dan pengetahuan, di antaranya sebagai dosen di Naval War Collage USA, di Sekolah Staf dan Komanda Angkatan Laut (Sesko AL), dan Lemhannas. Tak hanya itu, Marsetio juga menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Pertahanan (Unhan), Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Universitas Indonesia (UI), UGM, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, dan Universitas Hang Tuah Surabaya serta Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
10. Philips J Vermonte
Philips J Vermonte merupakan dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia. Dia juga senior fellow badan strategi Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Ilmuwan sosial dan politik, peneliti serta pengajar ini meraih gelar magister dari Universitas Adelaide, Australia dan gelar doktor dalam ilmu politik perbandingan dari Northern Illinois University, Amerika Serikat.
Philips Vermonte sedang menjabat sebagai ketua Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Presepi) untuk periode kedua. Selain itu, Philips merupakan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).
11. Widya Setiabudi Sumadinata
Widya merupakan Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjadjaran (Unpad). Mengutip laman datadikti.com, disebutkan bahwa Widya memperoleh gelar sarjana dari Universitas Padjadjaran pada 1998. Dia kemudian memperoleh gelar magister dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2003.
Widya kemudian meneruskan pendidikan S3 ilmu pemerintahan di Unpad dan kembali mengambil program S2 bidang strategi pertahanan semesta di Universitas Pertahanan (Unhan).
Debat ketiga Pilpres 2024 dapat disaksikan melalui link live streaming di kanal investortrust.

