Sembilan Kepala Negara Hadiri KTT AIS Forum di Bali
NUSA DUA, investortrust.id -- Sebanyak sembilan kepala negara/setingkat kepala negara yang konfirmasi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States (KTT AIS) Forum 2023 di Nusa Dua, Bali, 10-11 Oktober 2023.
“Sebenarnya ada 51 negara tapi yang hadir itu ada 33 delegasi terdiri dari 29 negara dan empat organisasi internasional,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong di sela meninjau persiapan AIS Forum di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (8/10/2023).
Ia merinci dari 29 negara itu dihadiri oleh sembilan kepala negara atau setingkat kepala negara yakni Presiden Mikronesia Wesley Simina, kemudian perdana menteri dari negara Niue, Sao Tome and Principe, Timor Leste, dan Tuvalu.
Selanjutnya, ada juga pejabat negara yang diwakili oleh deputi perdana menteri yakni dari Fiji, Tonga, Papua Nugini dan Vanuatu.
Baca Juga
KTT AIS Tak Ganggu Aktivitas Wisatawan, Begini Penjelasan Panglima TNI
“Yang lain itu ada menteri, wakil menteri dan duta besar,” imbuhnya seperti dilansir Antara.
Sedangkan empat organisasi internasional itu salah satunya dari Badan PBB bidang Program Pembangunan (UNDP).
Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka KTT AIS Forum 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 1, Kabupaten Badung, Bali pada 11 Oktober 2023.
Indonesia menjadi salah satu negara penggagas dibentuknya wadah komunikasi dan kolaborasi antarnegara pulau dan kepulauan.
Baca Juga
AIS Forum lahir berdasarkan Deklarasi Manado pada 1 November 2018 oleh Pertemuan Tingkat Menteri AIS Forum.
KTT AIS Forum 2023 merupakan wadah kerja sama antarnegara pulau dan kepulauan yang bertujuan memperkuat kolaborasi mengatasi empat masalah global yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut, dan tata kelola maritim.
Forum Negara Pulau dan Kepulauan itu diadakan untuk menguatkan peran AIS Forum sebagai pusat solusi cerdas dan inovatif serta sebagai wadah gotong royong dalam mendorong agenda masa depan yakni tata kelola laut global.
Forum Negara Pulau dan Kepulauan tahun ini mengangkat tema ekonomi biru, solidaritas dan masa depan lautan.

